Jakarta, IDN Times – Menteri Agama Nasaruddin Umar menyinggung soal perbedaan antara gratifikasi dan pemberian tulus saat berbicara mengenai keteladanan Nabi Muhammad dalam memperlakukan hadiah dari masyarakat.
Hal itu diungkapkan Menag saat menghadiri Peringatan Syukur 219 Tahun Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) di Paroki Katedral Jakarta, Jakarta Pusat, Sabtu (9/5/2026).
Dalam ceritanya, Nasaruddin mencontohkan kisah Nabi Muhammad yang menerima seekor kijang dari seseorang dengan penuh penghormatan. Menurut dia, tidak semua pemberian bisa langsung dimaknai sebagai gratifikasi.
“Kalau kita dikasih hadiah seseorang dengan penuh ketulusan, tidak semua hadiah itu gratifikasi. Ini tulus kok, dikasih,” ujar Nasaruddin.
