Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Jumat, 13 Februari 2026, untuk meninjau perkembangan pengerukan sedimentasi di Muara Kuala Penaga. Itu merupakan tindak lanjut dari Satgas Kuala yang dibentuk Sjafrie pada 1 Januari 2026 yang dipimpin Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita. Pengerukan sedimentasi sungai itu dilakukan untuk mencegah banjir berulang di Aceh.
"Pengerukan sedimentasi di muara dinilai menjadi langkah strategis, tidak hanya untuk pemulihan pascabencana, tetapi juga sebagai upaya mitigasi guna mencegah banjir serupa terulang di masa mendatang," ujar Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/2/2026).
Dengan berkurangnya sedimentasi maka kapasitas penampungan air di bagian hilir meningkat, sehingga aliran dari hulu ke laut menjadi lebih lancar. Kondisi itu secara signifikan mengurangi risiko luapan akibat pendangkalan muara yang kerap menimbulkan efek tertahannya air di kawasan permukiman.
Pengerukan sedimentasi di sungai dibantu menggunakan alat-alat berat PT Jhonlin Marine Trans, yang merupakan anak usaha dari Jhonlin Group milik Haji Isam. Bahkan, logo Jhonlin Group turut dipasang di poster pusat komando Satgas Kuala yang dibentuk TNI.
