Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tampak depan mobil Maung MV3 Komando VVIP produksi PT Pindad. (Dokumentasi Kementerian Pertahanan)
Tampak depan mobil Maung MV3 Komando VVIP produksi PT Pindad. (Dokumentasi Kementerian Pertahanan)

Intinya sih...

  • Menteri Pertahanan Sjafrie ingin mempromosikan produk dalam negeri, seperti Maung MV3 VVIP dan senapan serbu SS2-V4 kaliber 5.56 mm.
  • Indonesia memesan 42 jet tempur Rafale dan dua unit kapal selam Scorpene dari Prancis, serta meningkatkan tukar personel dan pengembangan militer.
  •  
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ada momen unik di penghujung kunjungan Menteri Pertahanan (Menhan) Prancis, Sebastien Lecornu ke kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Jumat (31/1/2025). Lecornu diajak oleh Menhan, Sjafrie Sjamsoeddin menumpang mobil Maung MV3 VVIP untuk menuju ke kediaman Presiden Prabowo Subianto di Hambalang. 

"Saya lupa menyampaikan tentang fakta unik hari ini, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menhan Prancis berangkat bersama menggunakan kendaraan Maung Pindad menuju ke kediaman Presiden Prabowo," ujar Kepala Biro Infohan Kemenhan, Brigjen TNI Frega Wenas Inkriwang di Jakarta, Jumat. 

Ia mengatakan, Sjafrie senjaga mengajak Menhan Lecornu menumpang Maung MV3 VVIP karena ingin mempromosikan produk buatan dalam negeri. Maung berkelir hitam itu memiliki nomor pelat dinas Kemenhan-01. 

"Saya kira beliau ingin mempromosikan produk-produk industri pertahanan di dalam negeri," kata dia. 

Relasi pertahanan antara Indonesia dan Prancis memang erat. Hal itu ditandai dengan pemesanan 42 jet tempur Rafale pada 2022 lalu. Diperkirakan unit pertama jet tempur Rafale pesanan Indonesia akan tiba pada 2026. 

1. Kedua Menhan turut bahas kontrak pembelian jet tempur Rafale dan kapal selam

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin ketika mengajak Menhan Prancis Sebastien Lecornu naik Maung MV3 Komando VVIP. (Dokumentasi Kementerian Pertahanan)

Brigjen Frega tak menampik salah satu poin yang dibahas oleh kedua menhan adalah soal kontrak pembelian 42 jet tempur Rafale dan dua unit kapal selam Scorpene. Selain itu, keduanya juga sepakat untuk saling meningkatkan tukar personel dan pengembangan kapasitas militer. 

"Tadi sempat disebutkan, Rafale ini mempunyai karakteristik tidak kalah dengan pesawat tempur lainnya dan komitmen dari Menhan Prancis untuk mengawal (sampai selesai). (Kontrak) kapal selam juga jadi salah satu pembahasan. Komitmen Prancis apa yang direncanakan Indonesia dan dijalankan oleh Pak Prabowo saat menjabat Menhan akan dituntaskan (Sjafrie)," ujar Frega. 

Pertemuan tersebut, kata Frega, juga membahas soal komitmen Menhan Lecornu untuk membantu pengembangan kapasitas kekuatan TNI Angkatan Laut (AL), Angkatan Darat (AD), dan Angkatan Udara (AU). Ia mengatakan, Indonesia membutuhkan penambahan dan modernisasi baru di laut dan darat. 

"Ini jadi kebutuhan kita sebagai negara kepulauan di antara dua lautan besar. Ini juga tadi disampaikan Menhan Sjafrie dan Menhan Lecornu," tutur dia

2. Indonesia-Prancis tidak ingin adanya hegemoni

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin ketika menerima kunjungan Menhan Prancis Sebastien Lecornu di Gedung Kemenhan, Jakarta Pusat. (IDN Times/Santi Dewi)

Frega mengatakan, tidak ada pembahasan khusus di antara kedua menhan mengenai aksi militer Prancis yang melancarkan operasi Laperus dan memasuki wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

Mereka menyampaikan, latihan militer yang dilakukan kedua negara merupakan komitmen untuk menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan.

"Tentunya ini menunjukkan kedua negara ini memang berkomitmen karena memiliki karakteristik yang sama di mana dalam kondisi tertentu Prancis punya sikap yang tidak menginginkan hegemoni. Sama seperti Indonesia yang mengadopsi politik luar negeri bebas aktif," tutur dia. 

Dengan cara itu, kata Frega, Indonesia bisa bersahabat dengan semua negara. Hubungan yang terjalin baik dengan berbagai negara membuat stabilitas keamanan di Indonesia bisa tetap terjaga.

3. Menhan Sjafrie hadiahkan cinderamata senapan serbu buatan PT Pindad

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin ketika menerima kunjungan Menhan Prancis Sebastien Lecornu di Gedung Kemenhan, Jakarta Pusat. (IDN Times/Santi Dewi)

Di penghujung perjumpaan, Sjafrie menghadiahi senapan serbu produksi PT Pindad SS2-V4 kaliber 5.56 mm kepada Menhan Sebastien Lecornu sebagai cinderamata. 

Saat menyerahkan cinderamata, Sjafrie memperkenalkan senjata tersebut sebagai senapan serbu produk dalam negeri berkaliber 5.56mm. Lecornu pun tampak tersenyum dan langsung menyalami Sjafrie ketika menerimanya.

Lecornu pun membalas cinderamata tersebut dengan menyerahkan cinderamata berupa lukisan bertuliskan Marine dan bergambar pesawat tempur serta kapal perang. Ia juga menyerahkan cinderamata lain berupa potongan tali baja (katapel) yang sudah dibingkai. Benda itu biasa digunakan di kapal induk untuk meluncurkan pesawat tempur.

Editorial Team