Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mensos: Sekolah Rakyat Setahun Jangkau 15 Ribu Siswa Miskin Esktrem
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) bersama Menteri Sosial Syaiful Yusuf dalam satu tahun Sekolah Rakyat di Gedung PM, Rabu (29/4/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
  • Sekolah rakyat telah menjangkau lebih dari 15 ribu siswa miskin dan miskin ekstrem di 166 lokasi rintisan di 34 provinsi selama satu tahun berjalan.

  • Program ini menjadi strategi pemerintah memutus rantai kemiskinan antargenerasi dengan memberi akses pendidikan bagi anak serta pemberdayaan ekonomi bagi orang tua.

  • Pemerintah menyiapkan jalur pendidikan lanjutan dan pekerjaan bagi lulusan, sambil mempercepat pembangunan 93 gedung sekolah dan pengembangan 108 modul pembelajaran.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
29 April 2026

Menteri Sosial Syaifullah Yusuf menyampaikan bahwa program Sekolah Rakyat telah berjalan hampir satu tahun dan menjangkau lebih dari 15 ribu siswa miskin di 166 lokasi di 34 provinsi.

Juli 2026

Pemerintah menargetkan sekitar 69 persen dari total 93 gedung Sekolah Rakyat yang sedang dibangun akan rampung pada bulan ini.

kini

Sebanyak 93 gedung sekolah masih dalam proses pembangunan, dan pengembangan 108 modul pembelajaran lintas jenjang sedang dilakukan untuk memperluas program Sekolah Rakyat.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Program Sekolah Rakyat telah menjangkau lebih dari 15 ribu siswa dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di seluruh Indonesia dalam satu tahun pelaksanaan.
  • Who?
    Menteri Sosial Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama Kementerian Sosial menjadi penggagas dan pelaksana utama program Sekolah Rakyat.
  • Where?
    Kegiatan dilaksanakan di 166 lokasi sekolah rintisan yang tersebar di 34 provinsi, dengan pernyataan resmi disampaikan di Gedung Kemenko PM, Jakarta.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Rabu, 29 April 2026, bertepatan dengan hampir satu tahun pelaksanaan program Sekolah Rakyat.
  • Why?
    Program ini bertujuan memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan serta pemberdayaan keluarga miskin agar menjadi mandiri secara ekonomi dan sosial.
  • How?
    Pemerintah menyediakan akses pendidikan bagi anak-anak miskin, memberdayakan orang tua, membangun infrastruktur sekolah baru, serta menyiapkan jalur kuliah dan pekerjaan bagi lulusan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Menteri Sosial bilang ada Sekolah Rakyat yang bantu anak-anak miskin biar bisa sekolah. Sudah ada lima belas ribu anak di banyak tempat di Indonesia. Anak-anak itu dulu tidak bisa sekolah, sekarang belajar dan jadi lebih sehat serta berani. Pemerintah juga bangun gedung baru dan siapkan kerja atau kuliah buat mereka nanti.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Menteri Sosial (Mensos) Syaifullah Yusuf mengatakan, sekolah rakyat (SR) dalam satu tahun telah menjangkau lebih dari 15 ribu siswa dari keluarga miskin serta miskin ekstrem dengan 166 lokasi sekolah rintisan di 34 provinsi.

“Hampir satu tahun berjalan, sekolah rakyat membuktikan bahwa negara tidak boleh kalah oleh kemiskinan. Anak-anak yang selama ini tak terlihat, yang tak pernah tersentuh pendidikan, hari ini kita jemput, kita didik, dan kita siapkan masa depannya. Ini bukan sekadar program, ini gerakan memutus rantai kemiskinan,” kata menteri yang akrab disapa Gus Ipul di Gedung Kemenko PM, Jakarta, Rabu (29/4/2026).

1. Sekolah Rakyat bagian pengentasan kemiskinan

Seorang siswa Sekolah Rakyat Prof Soeharso Solo menyantap makan nasi kotak saat berada di kamar asramanya. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Gus Ipul menegaskan, sekolah rakyat dirancang bukan sekadar memberi akses pendidikan, tetapi menghadirkan intervensi menyeluruh bagi keluarga miskin. Program ini dinilai menjadi bagian dari strategi pemerintah memutus transmisi kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan.

“Sekolah rakyat pada dasarnya adalah bagian dari penuntasan kemiskinan. Anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan, dan muaranya setelah lulus mereka menjadi keluarga yang mandiri. Ini miniatur penuntasan kemiskinan,” ujarnya.

2. Siswa dari keadaan ekonomi terbatas

Seorang siswa Sekolah Rakyat Prof Soeharso Solo diperiksa kesehatannya melalui metode wawancara oleh nakes. (IDN Times/&/Fariz Fardianto)

Ia menjelaskan, sebagian besar siswa sekolah rakyat berasal dari kondisi sosial ekonomi sangat terbatas, termasuk anak-anak yang belum pernah sekolah maupun putus sekolah. Dampak program tersebut mulai terlihat, terutama pada aspek kesehatan dan perubahan perilaku siswa.

“Setelah beberapa bulan, berat dan tinggi badan meningkat, anemia menurun, dan anak-anak menjadi lebih disiplin, percaya diri, serta mandiri. Ini terlihat sederhana, tapi sangat mendasar,” ucap Gus Ipul.

3. Tidak boleh ada lulusan SR yang menganggur

Para menteri menyapa siswa Sekolah Rakyat di Karadenan, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (14/7/2025) (IDN Times/Linna Susanti)

Pemerintah juga menyiapkan keberlanjutan masa depan para siswa melalui jalur pendidikan lanjutan maupun pekerjaan sesuai potensi masing-masing.

“Tidak boleh ada lulusan sekolah rakyat yang menganggur. Kita siapkan jalur kuliah maupun pekerjaan sesuai potensi mereka,” katanya.

Seiring perluasan program, pemerintah terus memperkuat dukungan infrastruktur dan tata kelola. Saat ini, sebanyak 93 gedung sekolah dalam proses pembangunan, sekitar 69 persen ditargetkan rampung Juli 2026, serta dilakukan pengembangan 108 modul pembelajaran lintas jenjang.

Editorial Team