104 Sekolah Rakyat Serap 60 Ribu Pekerja, Ditargetkan Rampung Juni

- Pembangunan lebih dari 100 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia menyerap sekitar 60 ribu pekerja, dengan rata-rata 600 tenaga kerja di tiap lokasi untuk mengejar target penyelesaian Juni 2026.
- Program Sekolah Rakyat tidak hanya memperluas akses pendidikan, tetapi juga memberi dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja lokal di berbagai daerah seperti Lampung Selatan.
- Pemerintah menargetkan setiap kabupaten memiliki satu gedung permanen Sekolah Rakyat dan jumlah siswa meningkat hingga lebih dari 200 ribu pada tahun 2028.
Jakarta, IDN Times - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, mengatakan, pembangunan program Sekolah Rakyat permanen di berbagai daerah ikut menyerap puluhan ribu tenaga kerja. Saat ini, sekitar 60 ribu pekerja terlibat dalam pembangunan lebih dari 100 lokasi sekolah di seluruh Indonesia.
Menurut pria yang akrab disapa Gus Ipul itu, rata-rata setiap titik pembangunan didukung sekitar 600 pekerja agar target penyelesaian dapat tercapai sesuai jadwal.
“Untuk mendukung target tersebut, pengerjaan pembangunan rata-rata didukung sekitar 600 pekerja tiap titik sehingga sekitar 60 ribu pekerja sekarang sedang mengerjakan di lebih 100 lokasi sekolah rakyat permanen di seluruh Indonesia,” ujar Gus Ipul saat meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di Lampung Selatan dikutip dalam keterangan, Senin (27/4/2026)
1. Berikan dampak ekonomi

Dia mengatakan, pembangunan Sekolah Rakyat bukan hanya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, tetapi juga memberi dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja di berbagai daerah.
Salah satu proyek yang tengah berjalan berada di Desa Purwotani, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan. Pembangunan Sekolah Rakyat Kotabaru di lokasi tersebut melibatkan 677 pekerja.
2. Target 45 ribu siswa tahun ini

Gus Ipul mengatakan, pemerintah menargetkan perluasan akses pendidikan berkualitas melalui Sekolah Rakyat terus meningkat. Setelah hampir mencapai 16 ribu siswa pada tahun lalu, jumlah peserta didik ditargetkan bertambah lebih dari 30 ribu siswa pada 2026 sehingga totalnya melampaui 45 ribu siswa.
“Tahun depan sudah tambah lagi 60 ribu berarti sudah lebih dari 100 ribu, pada 2027 insyaallah tambah lagi lebih dari 90 ribu siswa sehingga pada 2028 sudah lebih 200 ribu siswa yang akan mengikuti proses belajar-mengajar di sekolah rakyat,” kata Gus Ipul.
3. Targetkan tiap kabupaten punya sekolah rakyat

Ke depan, pemerintah menargetkan setiap kabupaten memiliki satu gedung permanen sekolah rakyat. Jika lahan disiapkan pemerintah kabupaten/kota, sekolah akan memprioritaskan warga setempat. Sementara jika lahan disediakan pemerintah provinsi, siswa dapat berasal dari berbagai kabupaten/kota di provinsi tersebut.
Gus Ipul optimistis pembangunan di Lampung selesai tepat waktu sehingga kegiatan belajar mengajar dapat dimulai sesuai rencana.
“Sampai hari ini masih sesuai target dan diharapkan Juni selesai,” kata Gus Ipul.
Pembangunan Sekolah Rakyat Kotabaru di Desa Purwotani, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, terus berjalan dengan progres fisik mencapai 35,52 persen. Proyek yang berdiri di atas lahan seluas 95.478 meter persegi ini dikerjakan selama 188 hari kalender, mulai 15 Desember 2025 hingga target rampung 20 Juni 2026, dengan melibatkan 677 pekerja.















