Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mensos: Sekolah Rakyat Tidak Boleh Dinodai dengan Korupsi atau Mark Up
Menteri sosial Syaifullah Yusuf dan Wamensos Agus Jabo usai audiensi di Gedung KPK Jumat (8/5/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
  • Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan program Sekolah Rakyat sebagai prioritas Presiden Prabowo harus bebas dari korupsi, mark up, dan segala bentuk penyalahgunaan wewenang.
  • Gus Ipul mengingatkan bahwa korupsi sering bermula dari kebiasaan kecil yang dibiarkan, sehingga integritas harus dijaga dalam setiap tindakan dan keputusan.
  • Ia menekankan transformasi budaya kerja di Kemensos bukan sekadar slogan, melainkan komitmen untuk memastikan setiap rupiah digunakan efisien dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Gus Ipul bilang Sekolah Rakyat itu program penting dari Pak Prabowo supaya orang miskin bisa hidup lebih baik. Tapi katanya tidak boleh ada orang yang curang atau korupsi di situ. Ia bilang kadang korupsi mulai dari hal kecil, jadi harus hati-hati. Sekarang katanya susah kalau mau korupsi, pasti ketahuan nanti.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan Kementerian Sosial (Kemensos) saat ini memegang program unggulan Presiden Prabowo Subianto, yakni Sekolah Rakyat untuk memutus transmisi kemiskinan. Untuk itu, program prioritas ini tidak boleh dikorupsi.

"Tidak boleh dinodai oleh permainan pengadaan, vendor titipan, manipulasi administrasi, mark up, pinjam bendera, atau penyalahgunaan kewenangan. Saya tidak akan menoleransi siapa pun yang bermain-main dengan program prioritas Presiden," ucap Gus Ipul, Senin (18/5/2026).

1. Korupsi dari hal kecil

Mensos Syaifullah Yusuf gelar konpers pengadaan sepatu Sekolah Rakyat di Gedung Kemensos Rabu (13/5/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Gus Ipul menegaskan integritas adalah perbuatan atau keputusan yang sama ketika ada atau tidak ada yang melihat. Ia juga mengingatkan korupsi kerap dimulai dari hal-hal kecil yang dianggap sepele.

“Jangan menyepelekan suatu hal kecil, karena korupsi besar sering kali dimulai dari pembiaran yang kecil. Dari mulai dari, ‘Ah, ini biasa,’ ‘tidak apa-apa,’ ‘sudah kebiasaan,’ ‘lupa absen,’ ‘lupa berita acara'. Hati-hati karena kebiasaan kecil yang salah bisa menjadi masalah besar di kemudian hari,” ujarnya.

2. Era sulit korupsi

Menteri Sosial Syaifullah Yusuf memimpin ikrar tanpa korupsi di Kemensos l, Senin (18/5/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Gus Ipul mengatakan saat ini era sulit jika melakukan penyimpangan seperti korupsi. Menurutnya, jika melakukan korupsi maka suatu saat pasti akan terbongkar.

"Era makin sulit untuk korupsi. Kalau korupsi tinggal tunggu waktu. Kalau tidak hari ini ketahuan besok, kalau gak besok, lusa, kalau gak lusa, insyaallah setelah pensiun, urusan kita belum pensiun," katanya.

3. Transformasi bukan sekadar slogan

Menteri Sosial Syaifullah Yusuf memimpin ikrar tanpa korupsi di Kemensos l, Senin (18/5/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Gus Ipul mengatakan transformasi budaya kerja bukan sekadar slogan bagi Kemensos. Artinya, setiap rupiah harus efisien dan berdampak.

"Layanan hebat artinya layanan harus cepat, tepat sasaran, dan menyelesaikan masalah rakyat. Tanpa korupsi artinya tidak ada kompromi terhadap penyimpangan sekecil apapun. Karena rakyat melihat, publik menilai kita, dan kepercayaan itu mahal," katanya.

Editorial Team