180 Murid Sekolah Rakyat Bekasi Dapat Empat Jenis Sepatu

- Sebanyak 180 murid SRMA 13 Bekasi menerima empat jenis sepatu—pantofel, PDL, sekolah, dan olahraga—untuk mendukung berbagai kegiatan belajar sejak program dimulai Juli 2025.
- Kepala sekolah menjelaskan fungsi tiap sepatu disesuaikan dengan aktivitas siswa, mulai dari latihan Paskibra hingga kegiatan kesemaptaan dan olahraga di lingkungan Sekolah Rakyat.
- Mensos Saifullah Yusuf akan mengadakan open house agar publik dapat meninjau langsung penyelenggaraan Sekolah Rakyat serta memahami tujuan program bagi keluarga kurang mampu.
Bekasi, IDN Times - Sebanyak 180 murid Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi telah menerima empat jenis sepatu untuk menunjang kegiatan pembelajaran sejak program tersebut berjalan pada Juli 2025.
Kepala SRMA 13 Bekasi, Lastri Fajarwati, mengatakan, empat jenis sepatu tersebut diberikan untuk menunjang mereka dalam mengikuti berbagai kegiatan di Sekolah Rakyat.
"Iya (seluruh murid mendapatkan empat jenis sepatu)," kata dia saat dikonfirmasi, Rabu (13/5/2026).
1. Kegunaan masing-masing sepatu

Lastri mengatakan, empat sepatu tersebut adalah sepatu pantofel, sepatu pakaian dinas lapangan (PDL) atau boot tempur, sepatu sekolah, dan sepatu olahraga.
Dia mengatakan, sepatu pantofel sudah sepaket dengan baju pesiar yang digunakan untuk berlatih Paskibra. Sementara, sepatu PDL sepaket dengan seragam yang digunakan dalam kegiatan kesemaptaan.
Selain itu, sepatu sekolah digunakan untuk kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, sedangkan sepatu olahraga dan bajunya digunakan saat kegiatan berolahraga.
"Kalau baju pesiar (sepaket dengan) sepatu pantofel, kalau PDL sepatu boot tentara, sepatu sekolah dan sepatu olahraga," ujar dia.
Dengan berbagai fasilitas dan perlengkapan yang didapat, Lastri berharap para murid dapat mengangkat derajat keluarganya setelah lulus dari Sekolah Rakyat.
2. Mensos bakal adakan open house sekolah rakyat

Sementara itu, Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, mengatakan, pihaknya akan membuka akses kepada publik untuk meninjau langsung penyelenggaraan Sekolah Rakyat melalui program open house yang digelar dalam rangka satu tahun pelaksanaan program tersebut.
Menurut dia, langkah itu dilakukan agar masyarakat dapat melihat secara langsung proses pendidikan yang berjalan di Sekolah Rakyat sekaligus memahami tujuan utama program tersebut.
“Kami ingin membuka kesempatan kepada tokoh masyarakat, pemerhati pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan untuk melihat langsung penyelenggaraan Sekolah Rakyat,” kata dia di Bekasi, Rabu.
3. Sekolah rakyat ingin dikenal dan dipahami masyarakat

Dia mengatakan, kegiatan open house diawali dengan mengundang Ketua Umum Karang Taruna beserta jajaran untuk meninjau pelaksanaan program.
Selanjutnya, berbagai pihak juga dipersilakan berkomunikasi dengan kepala sekolah apabila ingin melihat langsung proses penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
Mensos mengatakan, pemerintah ingin Sekolah Rakyat semakin dikenal dan dipahami masyarakat luas. Terlebih, program tersebut memang ditujukan bagi keluarga dengan kondisi ekonomi paling tidak mampu.
“Inilah yang istimewa dari gagasan Presiden, yaitu mengajak kita semua menoleh kepada keluarga-keluarga paling tidak mampu,” kata dia.


















