Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi Gedung Kementerian Pertahanan. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Ilustrasi Gedung Kementerian Pertahanan. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Intinya sih...

  • Sedan BMW tidak masuk dalam daftar inventaris kendaraan dinas Kemhan

  • Penyalahgunaan pelat dinas merupakan pelanggaran hukum

  • Publik geram sebab peristiwa serupa terus berulang

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Viral di media sosial sebuah mobil mewah BMW menggunakan pelat dinas yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertahanan. Keberadaan mobil itu menjadi sorotan publik karena tidak ada kendaraan roda empat dinas dengan jenis BMW Cabriolet warna putih.

Selain itu, pengemudi diketahui terlihat mengemudikan kendaraannya sambil merokok. Momen itu kemudian terekam di video amatir dan jadi perbincangan publik.

Kepala Biro Umum Sekretariat Jenderal Kemhan, Marsekal Pertama TNI Toni Setiawan, membenarkan pelat dinas dengan nomor 51692-00 pernah digunakan oleh purnawirawan TNI Angkatan Darat (AD) atas nama Mayjen TNI (Purn) Sudibyo. Namun, izin penggunaannya sudah habis.

"Izin penggunaan (pelat dinas) berakhir pada 1 Juni 2025 dan tidak diperpanjang," ujar Toni di dalam keterangan tertulis dikutip Senin (12/1/2025).

Namun, ia tak membantah pelat serupa juga pernah disalahgunakan pada kendaraan Toyota Fortuner dan sempat viral pada awal 2025. Ia tak menjelaskan mengapa nomor pelat dinas itu justru disalahgunakan untuk kendaraan lain. Meski begitu, Toni menegaskan nomor pelat yang digunakan pada mobil BMW putih adalah pelat palsu.

"Pelat itu tak pernah diberikan izin penggunaannya," katanya.

1. Sedan BMW tidak masuk dalam daftar inventaris kendaraan dinas Kemhan

Mobil BMW warna putih dengan pelat dinas Kementerian Pertahanan dan pengemudinya merokok. (Tangkapan layar TikTok Wkwkland188)

Lebih lanjut, Toni mengatakan, sedan BMW tidak termasuk ke dalam daftar inventaris kendaraan dinas di lingkungan Kementerian Pertahanan. "Penelusuran data inventaris dari Biro Umum Setjen Kemhan juga menunjukkan pelat nomor 51692-00 sudah tidak lagi terdaftar karena masa berlakunya telah berakhir," kata perwira tinggi TNI Angkatan Udara (AU) itu.

Mayjen (Purn) Sudibyo, kata Toni, memang pernah menggunakannya ketika masih menjabat sebagai Wakil Rektor I Universitas Pertahanan. "Tetapi, izin penggunaannya sudah berakhir pada 1 Juni 2025," imbuhnya.

2. Penyalahgunaan pelat dinas merupakan pelanggaran hukum

Mobil pelat dinas TNI yang ditemukan di lokasi penemuan uang palsu senilai Rp22 miliar di Jakarta Barat. (Dokumentasi Twitter)

Toni juga mengingatkan, penyalahgunaan pelat dinas merupakan pelanggaran hukum dan bukan cerminan kebijakan institusi. Kemhan pun kini tengah menelusuri siapa yang memakai pelat dinas palsu di mobil sedan BMW warna putih.

"Kami sedang berkoordinasi dengan POM TNI, Polri dan aparat penegak hukum kewilayahan untuk melakukan penertiban. Kami juga mengimbau masyarakat untuk menyikapi setiap informasi secara bijak dan menunggu klarifikasi resmi," tutur dia.

3. Publik geram sebab peristiwa serupa terus berulang

Mobil BMW warna putih dengan pelat dinas Kementerian Pertahanan dan pengemudinya merokok. (Tangkapan layar TikTok Wkwkland188)

Sementara, penggunaan pelat dinas untuk hal di luar dari tugas resmi bukan peristiwa baru. Beberapa kali peristiwa yang sama pernah terjadi dan tak pernah diketahui tindakan dari penggunaan pelat dinas palsu itu.

Begitu pula respons dari warganet ketika menyaksikan video sedan BMW Cabriolet melenggang dengan pelat dinas Kemhan. Mereka justru bingung mengapa peristiwa serupa kembali terulang.

"Kalian sadar gak sih, fenomena begini gak habis-habis?" tanya seorang warganet di platform Instagram yang dikutip hari ini.

"Nanti juga saat konferensi pers akan disampaikan 'plat tersebut tidak terdaftar di register kami, plat tersebut palsu, kami sangat dirugikan. Same shit different day," demikian kata warganet yang sudah menduga respons dari otoritas terkait.

"Sejak kapan Kemenhan punya kendaraan dinas BMW X4 430i convertible? Itu mah akal-akalan pegawai Kemenhan, mobil pribadi dikasih plat Kemenhan biar gak masuk LHKPN," tutur warganet yang lain.

Editorial Team