Jakarta, IDN Times - Direktorat Jenderal Imigrasi mengatakan jaringan operandi love scamming di Tangerang yang melibatkan 27 Warga Negara Asing (WNA) Tiongkok menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menjalankan aksinya.
“Menghubungi korban via aplikasi seperti Telegram dan aplikasi AI (Hello GPT) yang dimodifikasi untuk membalas pesan otomatis,” kata Plt. Dirjen Imigrasi Yuldi Yusman di kantor Dirjen Imigrasi, Jakarta Selatan, Senin (19/01/2026).
Ia menambahkan, penggunaan teknologi ini memungkinkan pelaku untuk berkomunikasi dengan banyak korban secara simultan, setelah hubungan emosional terbangun.
