Jakarta, IDN Times - Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Susilo Bagas Wibisono (20) meluapkan emosinya terhadap seorang anggota yang sedang mengamankan aksi demo di depan Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Kamis (27/2/2026).
Bagas mendekat ke polisi bernama Satria dan lantas meneriaki dan menunjuk wajahnya.
“Lu yang pukulin gua!” kata Bagas yang lantas ditarik oleh teman-temannya.
Satria yang mengenakan peci dan sorban putih diam tak bergumam, ia tetap bertahan di barisan pengamanannya bersama polisi lainnya.
Usai aksi demo bubar, Bagas menjelaskan duduk perkara mengapa ia emosi terhadap Satria. Dia mengaku pernah bertemu anggota polisi itu saat aksi massa sebelumnya.
"Iya (pernah ketemu polisi itu) di GBK Arena waktu sebelum (kejadian) Affan Kurniawan dilindes sama Brimob," ujarnya.
Saat itu Bagas bersama teman-temannya ingin bergabung dengan massa aksi. Namun, massa telah dipukul mundur oleh aparat.
"Gua masuk sama teman-teman gua 12 orang (mau masuk ke massa aksi). Pas gua diperiksa, gua nanya, 'Apa hak Anda memeriksa? Apakah polisi atau bukan?'. Enggak menjawab, saya langsung didorong, jatuhkan di tanah, dipukul," ujar Bagas.
Saat itu orang yang mengaku anggota tidak berpakaian dinas polisi. Mereka, lanjut Bagas, datang berkelompok sekitar 30 orang.
"Mirip seperti dia, tapi saya belum bisa memastikan dia apa bukan, karena videonya ada di HP saya, namun sekarang sinyalnya belum ada," ucap Bagas.
Meski begitu, Bagas mengaku, pada saat yang sama dia juga ditolong oleh seorang polisi lainnya. Orang yang menolongnya berbeda dengan yang bertindak represif.
"Dan alhamdulillah ada satu orang menolong saya, itu polisi baik, memisahkan saya," tuturnya.
