Usai Bacakan Pernyataan Sikap, Demo Mahasiswa di Mabes Polri Bubar

Demo mahasiswa di depan Mabes Polri akhirnya membubarkan diri dengan tertib pukul 18.00 WIB.
Aksi dengan tema #AparatKeparat itu dihadiri BEM UI, UGM, ITB dan UNJ.
Mereka membacakan lima poin tuntutannya.
Jakarta, IDN Times - Demo mahasiswa di depan Mabes Polri akhirnya membubarkan diri dengan tertib pukul 18.00 WIB, Jumat (27/2/2026). Mereka undur diri setelah membacakan pernyataan sikap.
Aksi dengan tema #AparatKeparat itu dihadiri BEM UI, UGM, ITB dan UNJ. Mereka membacakan lima poin tuntutannya. Pertama, mendesak penjatuhan hukuman pidana yang seberat-beratnya kepada polisi pembunuh dan segenap aparat pelaku represivitas.
“Kedua, mendesak pencopotan Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kapolri dan Dadang Hartanto dari jabatan Kapolda Maluku,” kata Ketua BEM UI Yatalathof Mashum membacakan pernyataan sikap mereka.
Ketiga, menuntut pembebasan seluruh tahanan politik dan dekriminalisasi. Keempat, menuntut penegasan batasan kewenangan dalam penarikan Polri dalam jabatan sipil. Kelima, menuntut hukum konkret reformasi Polri secara struktural, kultural, dan instrumental dari komisi percepatan reformasi Polri.
“Rekan-rekan media sekalian, pada hari ini, kami massa aksi tidak dapat menemui Kapolri. Bahkan sedikitpun, kami dikecewakan sekali lagi. Aspirasi-aspirasi yang kami suarakan tidak lagi didengar oleh mereka,” ujarnya.
“Maka pada hari ini, kami akan kembali pada esok hari dalam kekuatan-kekuatan yang lebih besar, dalam aksi-aksi yang lebih besar dan lebih masif. Kami akan bertransformasi menjadi kekuatan yang lebih kuat. Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia!” lanjutnya.
















