Comscore Tracker

Ahyudin Bakal Buka Suara soal Gaji Tinggi Pimpinan ACT

Ahyudin merupakan pendiri ACT pada 2005

Jakarta, IDN Times - Lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan pendirinya, Ahyudin, kini sedang jadi sorotan. Hal itu terjadi usai pemberitaan Majalah Tempo berjudul "Kantong Bocor Dana Umat".

Salah satu isu paling ramai dibahas mengenai gaji Rp250 juta pimpinan ACT setiap bulannya dan fasilitas mewah yang diterima. Ahyudin pun masih belum mau buka suara terkait hal tersebut.

"Soal gaji saya dan teman-teman di ACT saat itu, akan beri tanggapan khusus secepatnya. Mohon bersabar menunggu," ujar Ahyudin melalui pesan singkat kepada IDN Times, Selasa (5/7/2022).

Baca Juga: ACT Minta Maaf Usai Pemberitaan Majalah Tempo Bertajuk Dana Umat Bocor

1. Ahyudin tak lagi bekerja di ACT sejak Januari 2022

Ahyudin Bakal Buka Suara soal Gaji Tinggi Pimpinan ACTMantan Ketua Dewan Pembina Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin. (ANTARA/HO-ACT)

Kepada IDN Times, Ahyudin menyampaikan sudah tak bekerja lagi di ACT, setelah mendirikannya pada 2005 silam. Dia menyatakan sudah mundur sejak Januari 2022 lalu.

"Sejak Januari 2022, saya tak lagi di ACT. Namun, Insya Allah jiwa saya adalah ACT. Sebab, ACT adalah gagasan dan karya saya, memimpinnya sebagai Presiden ACT selama 14 tahun sejak 2005 sampai dengan awal 2019. Selain presiden ACT, sebelumnya saya adalah Ketua Dewan Pembina dari Yayasan ACT. Hingga saat ini, saya adalah pendiri ACT," kata Ahyudin.

Ahyudin mengaku masih ingin berkontribusi untuk ACT.  Namun, tak diberi ruang oleh manajemen ACT saat ini.

"Ya tentunya, saya ingin sekali memberi masukan. Namun rupanya, mereka yang sekarang pimpin ACT tak berkenan. Saya juga tak paham mengapa demikian," ucap dia.

2. ACT bantah kudeta Ahyudin

Ahyudin Bakal Buka Suara soal Gaji Tinggi Pimpinan ACTKonferensi pers Aksi Cepat Tanggap (ACT) (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Presiden ACT, Ibnu Khajar, membantah adanya kudeta terhadap Ahyudin. Isu adanya kudeta tersebut dimuat dalam Majalah Tempo.

Majalah Tempo menyebutkan, kudeta terjadi pada 11 Januari 2022. Ibnu mengatakan, pada periode tersebut Ahyudin mengundurkan diri setelah 17 tahun memimpin ACT.

"Terkait beberapa kondisi yang dipublikasikan Tempo, pada 11 Januari, kejadian itu kemauan dari semua elemen pemimpin lembaga, di pusat dan cabang. Ada kesadaran memperbaiki kekurangan di lembaga, sehingga pemimpin lembaga pusat dan daerah datang memberi nasihat ke pemimpin sebelumnya atas satu kondisi. Kami bersyukur dengan lapang dada, pak Ahyudin menandatangani surat pengunduran diri," ujar Ibnu dalam konferensi pers di kantor ACT, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (4/7/2022).

3. Pada 20 Januari 2022 Dewan Pembina ACT lakukan rapat

Ahyudin Bakal Buka Suara soal Gaji Tinggi Pimpinan ACTKonferensi pers Aksi Cepat Tanggap (ACT) (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Ibnu mengatakan, Dewan Pembina ACT pada 20 Januari 2022 melakukan rapat untuk perubahan akta. Saat itu, Ahyudin berhalangan hadir karena sedang berada di luar kota.

"Beliau sampaikan sedang di luar kota dan memberi kuasa ke kami untuk melanjutkan proses dengan baik, dan apabila diperlukan tanda tangan beliau, maka diatur waktunya. Ini untuk menepis info 11 Januari terjadi kudeta yang menyebabkan suasana tidak enak," ucapnya.

Baca Juga: ACT Bantah Isu Kudeta Ahyudin: Itu Ada Pergantian Kepemimpinan

Topic:

  • Satria Permana

Berita Terkini Lainnya