Comscore Tracker

Soal Sumbangan Rp2 T dari Akidi Tio, Mahfud MD: Semoga Ini Nyata

Pernah juga ada orang yang minta bantu gali harta karun

Jakarta, IDN Times - Sosok pengusaha Palembang asal Langsa, Aceh Timur, bernama Akidi Tio tengah menjadi perbincangan. Sebab dia menyumbang uang senilai Rp2 triliun untuk membantu penanggulangan COVID-19 di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam), Mahfud MD turut berkomentar mengenai Akidi Tio. Dalam komentarnya, Mahfud bercerita tentang pengalamannya soal pengakuan bombastis terkait uang.

"Waktu saya Menhan ada orang mengaku punya sekoper uang dolar Amerika nilai perlembarnya 1000 dolar. Ketika saya tanya ke BI diketawain, karena USA hanya mencetak lembaran uang paling tinggi 100 dolar," ujar Mahfud melalui akun Twitternya, Senin (2/8/2021).

"Ada juga yang minta bantu menggali harta karun tapi tak jelas. Semoga yang Akidi Tio ini nyata," sambungnya.

Baca Juga: Tanya ke Mahfud MD, MUI: Seperti Apa Batas Kerumunan?

1. Cerita Dahlan Iskan yang kepo soal Akidi Tio, ini hasil penelusurannya

Soal Sumbangan Rp2 T dari Akidi Tio, Mahfud MD: Semoga Ini NyataDahlan Iskan. Instagram.com/dahlaniskan19

Sebelumnya, Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyoroti bantuan senilai Rp2 triliun. Dahlan menyebut Akidi Tio sebagai sosok yang tidak pernah dikenal.

"BUKAN main. Hanya itu yang bisa saya tulis. Kok ada orang menyumbang uang Rp2 triliun. Orangnya tidak pernah dikenal. Sudah lama pula meninggal dunia," tulis Dahlan, dalam blog pribadinya disway.id, seperti dikutip IDN Times, Kamis (29/7/2021).

Dalam tulisan berjudul "Bantuan 2 T" tersebut, Dahlan banyak bercerita mengenai obrolan via telepon bersama Prof Hardi, dokter pribadi keluarga Akidi Tio.

Dahlan bercerita bagaimana awalnya bisa menghubungi Hardi. Dahlan mengaku kebetulan mengenal kakak Hardi yang sejak sebelum pandemik tinggal di Singapura. Dari kakak Hardi tersebut akhirnya Dahlan mendapatkan kontak Hardi dan langsung menelepon untuk bertanya terkait kebenaran bantuan senilai Rp2 triliun itu.

"Betul, saya kenal baik keluarga itu," kata Hardi seperti dikisahkan Dahlan.

Dahlan pun kemudian melanjutkan obrolan dengan pertanyaan ke mana bantuan itu secara resmi diberikan, ke Kapolda, Gubernur, atau Pemprov Sumatera Selatan (Sumsel).

Hardi pun menjawab bahwa bantuan tersebut diberikan kepada Kapolda Sumsel, Irjen Eko Indra Heri. Hardi menambahkan bahwa pemberian bantuan ke Kapolda Sumsel itu adalah murni keputusan keluarga Akidi Tio.

Baca Juga: Cerita Bamsoet soal Wasiat Akidi Tio pada Rakyat Palembang

2. Uang Rp2 triliun itu akan dibuatkan rekening khusus

Soal Sumbangan Rp2 T dari Akidi Tio, Mahfud MD: Semoga Ini NyataPolda Sumatera Selatan mendapat bantuan dana penanggulangan COVID-19 sebesar Rp2 triliun. Bantuan itu diberikan oleh keluarga almarhum Akidi Tio. (Dok. Humas Polri)

Pertanyaan Dahlan berikutnya ke Hardi adalah berkaitan dengan bentuk bantuan. Dia mempertanyakan bantuan yang diberikan apakah berupa uang tunai, cek, transfer, atau bahan makanan.

"Bentuknya uang, akan ditransfer," ucap Hardi singkat kepada Dahlan.

Dahlan pun kembali bertanya apakah bantuan uang tersebut akan ditransfer ke rekening Polda Sumsel atau ke rekening pribadi Kapolda.Terkait hal tersebut, Hardi menjawab bahwa keluarga Akidi Tio masih mengaturnya dan kemungkinan besar bakal disiapkan sebuah rekening khusus.

3. Akidi Tio telah lama bersahabat dengan Kapolda Sumsel

Soal Sumbangan Rp2 T dari Akidi Tio, Mahfud MD: Semoga Ini NyataPolda Sumatera Selatan mendapat bantuan dana penanggulangan COVID-19 sebesar Rp2 triliun. Bantuan itu diberikan oleh keluarga almarhum Akidi Tio. (Dok. Humas Polri)

Dalam blognya, Dahlan juga menceritakan Hardi memberitahunya bahwa Akidi Tio dan keluarganya telah lama bersahabat dengan Eko Indra Heri.

"Menurut Prof Hardi, keluarga Pak Tio sudah bersahabat dengan Kapolda Irjen Eko Indra Heri jauh ke masa belakang, yakni ketika Eko masih perwira dan masih bertugas di Direskrim Polda Sumsel," tulis Dahlan.

Hubungan pertemanan itu terus berlanjut bahkan ketika Eko menjabat Kapolres di Langsa, Aceh Timur atau di tanah kelahiran Akidi Tio.

Adapun Akidi Tio, tulis Dahlan, sudah meninggal sejak 2009 silam pada usia 89 tahun lantaran mengidap penyakit jantung. Sementara istri Akidi Tio meninggal terlebih dahulu empat tahun sebelumnya dalam usia 82 tahun. Akidi Tio dan istri sama-sama dimakamkan di Palembang. Hal itu karena keluarga Akidi Tio lama menetap di Palembang.

Rasa kepo Dahlan terkait sosok Akidi Tio pun semakin membuncah. Dia lantas menghubungi para pejabat dan pengusaha Tionghoa untuk mendapatkan jawaban siapa sosok Akidi Tio ini. Dahlan pun lantas menghubungi Bupati Aceh Timur, Rocky Hasbalah Thaib dengan harapan bisa mendapatkan jawaban terkait sosok Akidi Tio.

"Beliau sudah lama meninggalkan Langsa. Kami tidak kenal di sini, yang jelas di Langsa memang banyak penduduk Tionghoa sejak dulu," kata Rocky kepada Dahlan.

Baca Juga: Cerita Dahlan Iskan yang Kepo soal Akidi Tio, Ini Hasil Penelusurannya

4. Mengapa Akidi Tio tak dikenal banyak orang?

Soal Sumbangan Rp2 T dari Akidi Tio, Mahfud MD: Semoga Ini NyataBantuan untuk Sumsel dari keluarga Almarhum Akidi Tio sebesar Rp2 Triliun (IDN Times/Polda Sumsel)

Menurut keterangan Hardi, Akidi Tio sempat memiliki pabrik kecap, pabrik mebel, kebun sawit, dan kontraktor bangunan. Dahlan pun bertanya ke setiap temannya yang beretnis Tionghoa di Palembang, tetapi tak ada dari mereka yang mengenal Akidi Tio.

Dahlan sempat bertanya kepada Hardi perihal Akidi Tio yang tidak banyak dikenal di Palembang. Hardi menjawab, hal itu terjadi karena memang Akidi adalah sosok yang rendah hati dan tidak mau menonjol.

"Beliau banyak sekali menyumbang, tetapi selalu atas nama hamba Tuhan," kata Hardi.

Dahlan pun kemudian bertanya kembali ke beberapa pihak seperti mantan Gubernur Sumsel, Alex Noerdin. Namun, Alex menjawab sama sekali tidak mengenal nama itu.

Mantan CEO Jawa Pos itu kemudian juga bertanya kepada lima orang pengusaha Tionghoa di Palembang dan seorang Tionghoa lainnya bermarga Tio. Mereka sama-sama menjawab tidak mengenal sosok Akidi Tio tersebut.

"Berarti pengusaha ini memang luar biasa rendah hatinya. Low profile, high profit dan yang seperti itu banyak sekali di lingkungan masyarakat Tionghoa. Saya punya banyak teman Tionghoa seperti itu. Sehari-hari hanya pakai sandal. Namanya tidak pernah disebut di mana-mana, tapi uangnya luar biasa banyak. Saya malu kalau pakai baju bagus di depan mereka," tutur Dahlan mengakhiri tulisan di blog pribadinya.

Baca Juga: Sosok Mendiang Akidi Tio; Pengusaha Sawit dan Kontraktor Dermawan

Topic:

  • Hana Adi Perdana
  • Anata Siregar
  • Eddy Rusmanto

Berita Terkini Lainnya