Jakarta, IDN Times - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendukung seruan Taubatan Nasuha atau pertobatan sejati yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
Sebelumnya, Cak Imin bersurat kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurrofiq, untuk evaluasi bersama kebijakan yang ada, menyusul bencana di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Seruan ini juga disebut sebagai taubat nasuha.
MUI memandang seruan ini bukan sekadar panggilan moral, melainkan refleksi atas kondisi darurat bangsa yang menunjukkan adanya kaitan nyata, antara musibah di bumi dengan perbuatan manusia.
"Bencana alam memang tak terhindarkan, namun skalanya yang masif dan besarnya jumlah korban yang kita derita adalah harga mahal dari kelalaian manajerial dan struktural. Kelalaian ini terutama terletak pada pengabaian mitigasi, penegakan hukum tata ruang, dan perlindungan kawasan resapan air," kata Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI, Zainut Tauhid Sa'adi, dalam keterangannya, Sabtu (6/12/2025).
