Founder Narasi Najwa Shihab dalam acara Indonesia Summit 2025 di Tribrata, Jakarta, Kamis (28/8/2025). (IDN Times/Amir Faisol)
Najwa mencontohkan Kejaksaan Agung. Mereka sudah berani menyentuh kasus yang jumlahnya fantastis hingga ratusan triliun. Hal itu perlu diapresiasi, tetapi memang tetap ada kritikan untuk itu, terutama akurasi nilai kerugian dan adanya dugaan kriminalisasi.
Dia juga mencontohkan soal KPK yang sudah bertaring, tetapi tetap ada preseden buruk di balik Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK. Pertanyaan soal konsistensi penegakan hukum itu masih menyeruak. Apakah hukum itu sama bagi semua, atau masih tebang pilih.
"Di setiap pidato Presiden (Prabowo Subianto) ada pernyataan penengakan hukum, Prabowo memperingkatkan jenderal TNI dan Polri yang jadi backing akan saya beri tindakan, dan itu berulang kali diberikan, tetapi penerapannya di lapangannya? Kerap kali backing-backing itu tak disentuh oleh aparat," ujar Najwa.
Indonesia Summit 2025, khususnya sesi Visionary Leaders, merupakan sebuah konferensi independen yang diselenggarakan IDN Times untuk dan melibatkan Generasi Millennial dan Gen Z di Tanah Air. Indonesia Summit 2025 mengusung tema "Thriving Beyond Turbulence, Celebrating 80's Years Independence", bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh Nusantara.