Jakarta, IDN Times - Helai demi helai selendang berpindah tangan siang itu. Di tengah langkah Napak Reformasi 2026 yang digelar Komnas Perempuan di Jakarta, suasana haru terasa saat perwakilan Perhimpunan Perempuan Indonesia Tionghoa (PINTI) menyerahkan selendang persahabatan kepada ibu-ibu korban Tragedi Mei 1998.
Sebagai balasan, boneka Mei 98 diberikan oleh para ibu korban kepada komunitas Tionghoa. Pertukaran sederhana itu menjadi penanda bahwa luka Mei 1998 tidak pernah benar-benar milik satu kelompok saja.
Di balik selendang yang terulur, tersimpan ingatan panjang tentang kekerasan, kehilangan, dan upaya merawat kemanusiaan di tengah sejarah yang pernah memecah bangsa. Selendang persahabatan dibuat sebagai simbol persatuan dan pengingat tragedi Mei 1998 tak boleh dilupakan. Sementara boneka Mei menjadi lambang perjuangan para ibu yang selama puluhan tahun mencari keadilan bagi anak-anak mereka yang meninggal dalam kebakaran dan kerusuhan Mei 1998.
