Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Nuon Dorong Perkembangan Ekosistem Digital Lifestyle
CEO Nuon Aris Sudewo memberikan sambutan dalam agenda Nuon Media Update 2026.  (Dok. Telkom)
  • Nuon menegaskan perannya sebagai penggerak utama ekosistem digital lifestyle nasional dengan fokus pada distribusi dan monetisasi konten untuk mengurangi kebocoran nilai ekonomi ke platform global.
  • Dengan dukungan ekosistem TelkomGroup, Nuon mengintegrasikan IP creation, distribusi, sistem pembayaran, dan analisis perilaku konsumen guna memperluas akses serta meningkatkan konversi dan pendapatan kreator lokal.
  • Melalui layanan seperti UPOINT.ID, Langit Musik, HELD, dan Tiketapasaja.com, Nuon membangun ekosistem terintegrasi yang memperkuat posisi di rantai nilai digital sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    PT Nuon Digital Indonesia mempertegas perannya dalam pengembangan ekosistem digital lifestyle nasional melalui agenda Nuon Media Update 2026, dengan fokus pada distribusi, monetisasi, dan integrasi layanan digital.
  • Who?
    PT Nuon Digital Indonesia sebagai bagian dari Telkom Indonesia, dipimpin oleh CEO Aris Sudewo, bersama dukungan ekosistem digital TelkomGroup.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Jakarta dalam rangkaian agenda Nuon Media Update 2026 yang diselenggarakan beberapa waktu lalu.
  • When?
    Agenda tersebut dilaksanakan beberapa waktu lalu dengan fokus strategi menuju tahun 2026 dan proyeksi pertumbuhan industri hiburan digital hingga 2027.
  • Why?
    Langkah ini dilakukan untuk menekan kebocoran nilai ekonomi ke platform global serta memastikan pertumbuhan ekosistem digital nasional yang mandiri dan berkelanjutan.
  • How?
    Nuon mengintegrasikan penciptaan IP, distribusi platform, sistem pembayaran DCB, serta analisis perilaku konsumen guna memperkuat monetisasi konten dan meningkatkan daya saing industri kreatif lokal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – PT Nuon Digital Indonesia (Nuon) yang merupakan salah satu operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mempertegas perannya sebagai lokomotif  pertumbukhan ekosistem digital lifestyle nasional dalam agenda Nuon Media Update 2026 yang diselenggarakan beberapa waktu lalu. 

Di tengah proyeksi pertumbuhan industri hiburan digital yang signifikan, Nuon memosisikan diri sebagai platform penghubung antara konten, distribusi, dan monetisasi untuk menangkap potensi nilai ekonomi yang selama ini belum optimal tergarap di dalam negeri.

1. Nuon berada pada titik krusial rantai nilai digital

Ilustrasi digital (pixabay.com/Pexels)

Laporan e-Conomy SEA 2025 memproyeksikan sektor media online Indonesia mencapai USD 10–12 miliar pada 2026–2027. Dengan lebih dari 190 juta konsumen digital dan sekitar 175 juta pemain gim aktif, Indonesia merupakan salah satu pasar digital terbesar di kawasan. Namun demikian, sebagian monetisasi konten digital masih terkonsentrasi pada platform global, menciptakan value leakage yang membatasi optimalisasi nilai tambah domestik.

CEO Nuon Aris Sudewo menyatakan bahwa posisi Nuon berada pada titik krusial rantai nilai digital, yakni di sisi distribusi dan monetisasi. “Kekuatan utama Nuon terletak pada penguasaan simpul distribusi digital. Dengan dukungan infrastruktur konektivitas terbesar di Indonesia, kami berada pada posisi strategis untuk menghubungkan konten, pengguna, dan monetisasi dalam satu ekosistem yang utuh. Kami memikul mandat untuk menekan value leakage sekaligus memastikan ekosistem digital nasional tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan. Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar digital terbesar, kita harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujar Aris.


2. Dukungan ekosistem digital TelkomGroup

Gedung TelkomGroup (dok. Telkom)

Keunggulan kompetitif Nuon bertumpu pada kemampuannya mengintegrasikan penciptaan IP, distribusi platform, sistem pembayaran, serta pemanfaatan insight perilaku konsumen dalam satu ekosistem yang saling terhubung. 

Dengan dukungan ekosistem digital TelkomGroup yang mencakup lebih dari 158 juta pengguna seluler dan 11 juta broadband households, serta potensi addressable market lainnya yang mencapai 182 juta pengguna seluler dan lebih dari 4 juta broadband households, Nuon tidak sekadar memperluas jangkauan, tetapi mengoptimalkan konversi, retensi, dan monetisasi secara end-to-end. Integrasi ini menciptakan model bisnis berbasis ecosystem flywheel yang meningkatkan nilai ekonomi per pengguna secara berkelanjutan. 

Melalui integrasi Direct Carrier Billing (DCB), Nuon juga membuka jalur pembayaran alternatif yang menjangkau segmen unbanked dan underbanked. Skema ini tidak hanya memperluas akses konsumen terhadap konten digital premium, tetapi juga memperbesar potensi konversi dan revenue stream bagi  kreator serta mitra konten. 


3. Ekosistem terintegrasi

Nuon mengembangkan layanan Gaming-on-Demand HELD yang tengah memasuki tahap playtest. (Dok. Telkom)

Saat ini, Nuon mengelola distribusi gim dan top-up digital melalui UPOINT.ID serta penyediaan voucher gim ke berbagai operator dan mitra distribusi nasional. Di lini musik, Nuon menghadirkan Langit Musik dan Langitku sebagai platform streaming dan agregasi, didukung dengan layanan musik latar PlayUp untuk memperluas monetisasi musisi lokal. Nuon juga mengembangkan layanan Gaming-on-Demand HELD yang tengah memasuki tahap playtest, serta layanan ticketing melalui Tiketapasaja.com untuk memperkuat lini live experiences. 

Pengembangan IP lokal menjadi fokus strategis 2026 guna meningkatkan kepemilikan aset kreatif domestik dan daya saing global. Sinergi antarlini ini membentuk ekosistem terintegrasi yang meningkatkan user lifetime value sekaligus memperkuat posisi Nuon dalam rantai nilai digital nasional. 

“Dengan struktur bisnis yang terintegrasi dari penciptaan IP hingga monetisasi, Nuon berkembang menjadi strategic digital asset dalam portofolio Telkom Group. Model ini tidak hanya memperluas revenue stream non-konektivitas, tetapi juga memperkuat kendali atas nilai ekonomi digital domestik. Dalam jangka panjang, integrasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri kreatif nasional sekaligus mendorong kontribusi ekonomi digital terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan,” tutup Aris. (WEB)

Editorial Team