Jakarta, IDN Times - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menanggapi target nilai tukar rupiah yang disampaikan Presiden RI, Prabowo Subianto dalam pidato Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2026). Paloh menilai, modal terakhir yang dimiliki saat ini adalah optimisme.
"Selain optimisme apalagi yang kita punya? Itu barangkali yang perlu kita pahami. Modal kita yang terakhir adalah optimisme itu sendiri. Lain saya pikir, kita tidak perlu berargumentasi, ya tinggal optimisme itu. Kalau pun itu selesai ya kita tidak punya apa-apa lagi," kata dia saat ditemui usai menghadiri rapat paripurna DPR.
Paloh berharap semangat optimistime itu bisa terus dijaga. Paloh menilai, pidato yang disampaikan Prabowo bisa membangun semangat patriotisme.
"Itu bisa jelas ditandaskan kembali bagaimana kita harus tetap berpegang teguh pada komitmen dasar kepada Pasal 33 Undang-Undang Dasar," tuturnya.
Namun, Paloh menekankan, strategi yang dijalankan pemerintah tentu tidak mudah. Oleh sebab itu perlu dukungan bersama dari berbagai pihak.
"Tapi permasalahannya mungkin yang perlu harus kita cermatin, strategi yang cukup strategis ini, tentu tidak semuanya taken for granted, bisa mudah untuk bisa diaplikasikan sedemikian rupa. Nah ini perlu perhatian kita bersama," ucap dia.
"Artinya kita mendukung pikiran-pikiran besar ini, tetapi dengan satu syarat yang tidak bisa terlepaskan daripada komitmen kita bersama, pemerintah sendiri untuk bisa menjaga, mempunyai reserve bagaimana kalau hal ini tidak teraplikasikan berjalan sesuai dengan rencana. Ini yang saya perlu tekankan di sini," imbuh Paloh.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan ingin menjaga nilai tukar rupiah Rp16.800 sampai Rp17.500 terhadap dolar Amerika Serikat pada 2027. Hal itu disampaikan Prabowo pada Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027, dalam rapat paripurna ke-19 masa persidangan V Tahun sidang 2025-2026.
"Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada pada rentang Rp16.800 hingga Rp17.500," ujar Prabowo, Rabu (20/5/2026).
Prabowo mengatakan, strategi fiskal dan moneter Indonesia harus bisa menjaga nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
"Inflasi akan tetap kami jaga 1,5 hingga 3,5 persen," ucap dia.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menargetkan angka kemiskinan pada 2027 turun 6-6,5 persen.
