Prabowo soal Bunga Kredit Rakyat Miskin Bank BUMN: Di Luar Akal Sehat

- Presiden Prabowo menyoroti bunga pinjaman tinggi bagi masyarakat miskin yang dinilai tidak adil dibandingkan pengusaha besar.
- Dalam rapat RAPBN 2027, Prabowo meminta bank-bank Himbara lebih berpihak pada rakyat dan tidak hanya mendukung kelompok ekonomi kuat.
- Prabowo memerintahkan bank milik negara menurunkan bunga kredit untuk masyarakat miskin serta mendorong pengusaha besar mencari pembiayaan mandiri.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menyoroti tingginya bunga pinjaman yang masih dibebankan kepada masyarakat miskin. Dia menilai kondisi tersebut tidak masuk karena masyarakat kecil justru harus membayar bunga lebih tinggi dibandingkan pengusaha besar.
Hal itu Prabowo sampaikan pada Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027, dalam rapat paripurna ke-19 masa persidangan V Tahun sidang 2025-2026.
"Orang miskin disuruh bayar bunga lebih tinggi daripada pengusaha besar? Ini saya kira sudah di luar akal sehat," kata Prabowo dalam pidatonya di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Dia mengatakan, demokrasi ekonomi seharusnya tidak hanya menguntungkan kelompok tertentu saja. Karena itu, Prabowo meminta bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menjadi lembaga keuangan yang lebih berpihak kepada kepentingan rakyat.
Menurut dia, penyaluran kredit tidak seharusnya terus berfokus kepada kelompok yang sudah memiliki kekuatan ekonomi besar dan telah lama menerima pembiayaan dari pemerintah.
"Ya saya minta bank-bank Himbara cobalah menjadi bank yang patriotik. Ya jangan dia lagi dia lagi, ya kan? Yang dikasih kredit orang yang sudah kaya. Kalau dia sudah lama terima kredit dari pemerintah, ya sudah berjuang dong. Masa terus-menerus dikasih kepada mereka?" tanyanya.
Prabowo kemudian memerintahkan bank-bank milik negara untuk mengubah kebijakan dan menurunkan bunga pinjaman bagi masyarakat miskin. Sementara itu, kelompok usaha besar dinilai memiliki kemampuan lebih untuk mencari sumber pembiayaan dari berbagai pihak.
"Saya perintahkan bank-bank pemerintah: ubah, turunkan bunga-bunga untuk rakyat miskin, saudara-saudara sekalian. Harusnya yang besar-besar dengan kekuatan mereka biar dia bisa dapat financing dari mana-mana, kan harusnya begitu," ujar Prabowo.











