Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
PATRIA PMKRI Minta Laporan Ormas Kristen ke Jusuf Kalla Dicabut
Ketua Umum DPP Perkumpulan Alumni Margasiswa Republik Indonesia (PATRIA) PMKRI, Agustinus Tamo Mbapa (kiri) setelah audiensi bersama Jusuf Kalla. (IDN Times/Amir Faisol).
  • PATRIA PMKRI meminta laporan sejumlah ormas Kristen terhadap Jusuf Kalla dicabut karena dianggap hanya berdasarkan potongan video editan yang memelintir konteks pidato JK di Masjid UGM.
  • Agustinus Tamo Mbapa menegaskan pidato JK tidak menyinggung dogma agama, melainkan menekankan pesan perdamaian dan rekam jejaknya dalam menyelesaikan konflik Poso serta Ambon.
  • DPP GAMKI bersama 19 ormas Kristen sebelumnya melaporkan Jusuf Kalla ke polisi atas dugaan penistaan agama terkait pernyataannya di UGM yang dinilai menyinggung umat Kristen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
sekitar 25 tahun lalu

Jusuf Kalla berperan penting dalam proses rekonsiliasi konflik di Poso dan Ambon yang menjadi tonggak sejarah perdamaian nasional.

5 Maret 2026

Jusuf Kalla menyampaikan pidato bertajuk 'Strategi Diplomasi Indonesia dalam Memitigasi Potensi Eskalasi Perang Regional Multipolar' di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM).

12 April 2026

DPP GAMKI bersama sejumlah ormas Kristen melaporkan Jusuf Kalla ke kepolisian terkait dugaan penistaan agama atas pernyataannya di Masjid UGM.

27 April 2026

Agustinus Tamo Mbapa dari PATRIA PMKRI menggelar audiensi dengan Jusuf Kalla di kediamannya dan meminta agar laporan terhadap JK segera dicabut karena dianggap hanya hasil editan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Ketua Umum PATRIA PMKRI meminta agar laporan sejumlah ormas Kristen terhadap Jusuf Kalla terkait dugaan penistaan agama segera dicabut karena dinilai hanya berdasarkan potongan video yang telah diedit.
  • Who?
    Agustinus Tamo Mbapa selaku Ketua Umum DPP PATRIA PMKRI, Jusuf Kalla sebagai pihak yang dilaporkan, serta beberapa ormas Kristen termasuk DPP GAMKI dan lembaga keagamaan lainnya.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di kediaman Jusuf Kalla di Jalan Brawijaya 6, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Laporan terhadap JK diajukan ke kepolisian RI.
  • When?
    Pernyataan Agustinus disampaikan pada Senin, 27 April 2026, setelah audiensi bersama Jusuf Kalla. Laporan ormas Kristen dibuat sebelumnya pada Minggu, 12 April 2026.
  • Why?
    PATRIA PMKRI menilai laporan tersebut tidak berdasar karena isi pidato JK di Masjid UGM telah dipelintir dan sebenarnya berisi pesan perdamaian antarumat beragama.
  • How?
    Pernyataan disampaikan usai audiensi antara PATRIA PMKRI dan Jusuf Kalla yang juga dihadiri Fox Point Indonesia serta Forum Masyarakat Indonesia untuk mengklarifikasi
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Bapak Jusuf Kalla ngomong di masjid, tapi videonya ada yang diedit jadi beda arti. Banyak orang Kristen lapor ke polisi karena pikir beliau menyinggung agama. Terus ada Pak Agustinus dari PATRIA bilang laporan itu salah dan minta dicabut, soalnya Pak JK cuma bicara soal damai dan tidak pernah bilang hal buruk tentang agama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ketua Umum DPP Perkumpulan Alumni Margasiswa Republik Indonesia (PATRIA) PMKRI, Agustinus Tamo Mbapa, meminta pihak-pihak yang melaporkan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), terkait dugaan penistaan agama agar segera mencabutnya.

Agustinus menilai laporan tersebut tidak berdasar, karena bertumpu pada narasi yang telah dipelintir. Ia menegaskan, dalam forum itu, JK bukan berbicara tentang dogmatis.

Hal ini disampaikan Agustinus saat ditemui usai menggelar audiensi bersama Jusuf Kalla di kediamannya, Jalan Brawijaya 6, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (27/4/2026). Audiensi tersebut turut dihadiri DPP PATRIA PMKRI, Fox Point Indonesia (ormas Katolik), dan Forum Masyarakat Indonesia (Formas).

"Bagi rekan-rekan kemarin yang melaporkan Bapak Jusuf Kalla, bagi kami para sahabat segera dicabut karena itu bukan bicara soal dogmatis, itu hanya editan," kata Agustinus.

1. Pidato JK di UGM dipelintir

Ketua Umum DPP Perkumpulan Alumni Margasiswa Republik Indonesia (PATRIA) PMKRI, Agustinus Tamo Mbapa (kiri) setelah audiensi bersama Jusuf Kalla. (IDN Times/Amir Faisol).

Agustinus menjelaskan pidato Jusuf Kalla bertajuk Strategi Diplomasi Indonesia dalam Memitigasi Potensi Eskalasi Perang Regional Multipolar di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 5 Maret 2026 telah disalahpahami akibat adanya potongan konten yang disunting pihak tertentu.

Jusuf Kalla, lanjut Agustinus, tidak pernah menyampaikan pandangan yang bersifat dogmatis atau menyudutkan ajaran agama tertentu. Ia justru menekankan pesan perdamaian.

“Ternyata di akhir ceramah beliau, beliau menyampaikan bahwa tidak ada satu agama pun yang mengajarkan kekerasan, apalagi membunuh kepada sesamanya,” ujar dia.

2. Jusuf Kalla punya rekam jejak menjaga perdamaian Indonesia

Wakil Presiden ke-10 dan 12, Jusuf Kalla (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Agustinus juga menyoroti rekam jejak Jusuf Kalla dalam menjaga perdamaian di Tanah Air. Ia menyebut JK berperan penting dalam proses rekonsiliasi konflik di Poso dan Ambon sekitar 25 tahun lalu, sebagai tonggak sejarah kebangsaan.

“Bapak Jusuf Kalla sangat jelas bahwa ada konteks yang diedit oleh kelompok tertentu sehingga terkesan Bapak Jusuf Kalla bicara soal dogmatis, soal ajaran agama," kata dia.

3. GAMKI dan ormas Kristen lainnya laporkan JK ke polisi terkait dugaan penistaan agama

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (8/4/2026). (IDN Times/Yovita Arnelia)

Sebelumnya, Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP GAMKI) bersama lembaga Kristen dan organisasi kemasyarakatan lainnya, melaporkan Jusuf Kalla ke polisi. Laporan itu terkait pernyataan JK di Masjid UGM yang disebut menuai polemik. Setidaknya ada 19 ormas Kristen yang turut melaporkan JK.

Pelaporan tersebut, khususnya mengacu pada video di link Masjid Kampus UGM, di mana Jusuf Kalla membahas soal konflik Poso dan Ambon. Termasuk kaitannya dengan ideologi agama Islam dan Nasrani.

Ketua Umum DPP GAMKI, Sahat Sinurat, menjelaskan ada tiga poin penting terkait kasus tersebut. Pertama, ditegaskan agama Kristen tidak pernah mengajarkan membunuh umat Muslim bisa masuk surga.

”Pertama, menyatakan bahwa agama Kristen tidak pernah mengajarkan membunuh orang Islam akan syahid masuk surga, justru agama Kristen mengajarkan untuk mengasihi sesama manusia bahkan musuh sekalipun," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 12 April 2026.

Kedua, pihaknya mengecam keras pernyataan Jusuf Kalla yang menyakiti hati umat Kristen. Sahat menegaskan, narasi yang disampaikan menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

"Ketiga, maka bersama ini kami yang terdiri dari berbagai lembaga kristen dan organisasi masyarakat akan melaporkan Bapak Jusuf Kalla ke-kepolisian RI,” kata Sahat.

Editorial Team