Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
PDIP Sebut Karhutla Akibat Salah Kebijakan, Dorong Ada Mitigasi Hutan
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Hasto Kristiyanto menilai karhutla berkaitan dengan tata ruang dan lemahnya penegakan hukum, sehingga moratorium hutan dinilai perlu.

  • PDIP menyoroti kurangnya antisipasi, koordinasi, dan mitigasi terhadap ancaman kebakaran, termasuk di lahan gambut.

  • Hasto mendorong penanaman pohon dan reboisasi untuk memulihkan hutan sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
18/10/2026

Hasto Kristiyanto menyampaikan penilaiannya mengenai karhutla, tata ruang, penegakan hukum, dan moratorium hutan.

setiap tahun

Karhutla disebut terus terjadi. PDIP juga disebut rutin melakukan penghijauan dengan menanam ratusan ribu pohon.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Hasto Kristiyanto menyoroti kebakaran hutan dan lahan yang berulang serta mendorong moratorium hutan, penegakan hukum, mitigasi, dan penghijauan.
  • Who?
    Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, menyampaikan penilaian dan usulan tersebut.
  • Where?
    Persoalan kebakaran disebut berdampak di Kalimantan dan Sumatra, dengan asap mencapai Singapura, Malaysia, dan Brunei.
  • When?
    Hasto menyampaikan keterangannya pada Minggu (18/10/2026). Karhutla disebut terus terjadi setiap tahun.
  • Why?
    Hasto menilai karhutla berkaitan dengan persoalan tata ruang, lemahnya penegakan hukum, pembukaan lahan dengan membakar, dan kurangnya mitigasi.
  • How?
    Usulan yang disampaikan mencakup penghentian sementara izin baru, sanksi tegas, peningkatan antisipasi, serta penanaman pohon dan reboisasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Hasto dari PDIP bilang kebakaran hutan terjadi karena aturan tata ruang dan hukumnya kurang kuat. Ia ingin izin baru untuk hutan dihentikan sementara dan orang yang membakar lahan diberi sanksi. Ia juga ingin pemerintah lebih siap, lalu menanam banyak pohon agar hutan pulih dan warga mendapat pekerjaan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dorongan penanaman pohon dan reboisasi menawarkan manfaat ganda yang disebut Hasto, yakni membantu memulihkan kawasan hutan sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Usulan moratorium, sanksi tegas, dan peningkatan mitigasi juga menunjukkan adanya perhatian terhadap pencegahan agar kebakaran tidak terus berulang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menilai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus terjadi setiap tahun tidak terlepas dari persoalan tata ruang dan lemahnya penegakan hukum. Menurutnya, perlu ada moratorium hutan.

Artinya, pemerintah harus mengeluarkan kebijakan penghentian sementara penerbitan izin baru untu pemanfaatan hutan alam primer dan lahan gambut.

"Kembali pada kebakaran hutan, pertama kesalahan kebijakan akibat tata ruang. Maka mengapa Ibu Mega ketika menjadi Presiden, beliau tidak mengeluarkan izin untuk tanaman sawit apalagi dari hutan-hutan. Hutan-hutan harus dilindungi, terus ada moratorium hutan," ujar Hasto dalam keterangannya, dikutip Minggu (18/10/2026).

Selain pembenahan tata ruang, Hasto menekankan pentingnya penerapan hukum secara tegas terhadap pihak yang membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, tindakan tersebut perlu mendapat sanksi agar tidak menjadi praktik yang terus berulang, terlebih jika lahan bekas terbakar kemudian dialihkan untuk perkebunan sawit.

"Yang kedua, supremasi hukum harus dibangun. Jadi mereka yang membuka lahan dengan membakar itu harus dikenakan suatu sanksi yang tegas. Apalagi setelah dibakar kemudian dikonversikan ke sawit," ucap dia.

Hasto turut mengkritik karakter tanaman sawit yang dinilainya dapat menghambat pertumbuhan vegetasi lain di sekitarnya. Ia mengutip pandangan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, untuk menggambarkan persoalan tersebut.

"Suatu tanaman yang kata Bu Mega sangat sombong sekali karena dia enggak mau tanaman yang lain hidup di sekitarnya," kata dia.

1. Karhutla disebut turunkan marwah bangsa

Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto usai hadiri peringatan HUT ke-81 RI bersama kader PDIP di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (17/8/2026). (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Hasto mengatakan, dampak karhutla tidak hanya dirasakan masyarakat di wilayah terdampak, tetapi juga berpengaruh terhadap citra Indonesia di mata negara-negara tetangga. Ia menyinggung penderitaan warga di Kalimantan dan Sumatra akibat kebakaran serta asap yang menyebar hingga melintasi batas negara.

"Kemarin ketika saya ditanya oleh pers bagaimana tanggapan tentang kebakaran hutan? Saya mengatakan betapa menderitanya itu rakyat Indonesia di Kalimantan, mereka adalah kita. Betapa menderitanya di Sumatera. Tetapi betapa menurunnya marwah bangsa ini ketika asap itu kemudian sampai ke Singapura, Malaysia, Brunei, dan mereka mengatakan Indonesia negara besar masa Anda tidak mampu menyelesaikan persoalan kebakaran hutan dan kemudian kami harus ikut menanggung akibatnya," ujar dia.

Hasto berpandangan, persoalan asap lintas negara dapat memengaruhi kehormatan Indonesia karena negara lain turut menanggung dampak dari kebakaran yang terjadi di wilayah Indonesia. Hasto kembali menegaskan perlunya evaluasi terhadap kebijakan yang mengatur pemanfaatan kawasan hutan.

"Ini kan menurunkan marwah kita sebagai bangsa. Apa persoalan itu? Yang pertama adalah tata ruang. Jadi salah kebijakan," kata dia.

2. PDIP soroti lemahnya antisipasi dan mitigasi

Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Hasto juga mempertanyakan kesiapan pemerintah dalam menghadapi ancaman kebakaran saat musim kemarau. Ia menyebut peringatan dari sejumlah pakar mengenai potensi El Nino ekstrem semestinya menjadi dasar untuk memperkuat langkah pencegahan, terutama di kawasan lahan gambut yang rentan memunculkan titik api.

"Banyak pakar yang sudah mengingatkan bahwa Indonesia akan menghadapi El Nino ekstrem yang berimplikasi pada lahan-lahan gambut yang berpotensi untuk menciptakan suatu titik-titik api sebagai penyebab juga kebakaran di beberapa wilayah. Tapi PDI Perjuangan melihat langkah-langkah antisipasi, koordinasi, dan mitigasi yang dilakukan itu sangat kurang," ucap dia.

Menurut Hasto, kebakaran yang terus terjadi dari tahun ke tahun memperlihatkan perlunya peningkatan kemampuan pemerintah dalam mengantisipasi bencana. Hasto mengatakan, upaya pencegahan tidak cukup dilakukan setelah api muncul, melainkan perlu disiapkan sebelum ancaman kebakaran meluas.

"Ini bukan peristiwa sekali, ini suatu kejadian yang berulang yang menunjukkan tidak tumbuhnya kapasitas mitigasi kita dalam melakukan hal itu," kata Hasto.

Di sisi lain, Hasto menduga sebagian kebakaran berkaitan dengan praktik pembukaan lahan untuk kepentingan perkebunan. Ia menyebut pengalihan fungsi hutan menjadi perkebunan sawit maupun komoditas lain sebagai praktik yang ditentang oleh partainya.

"Kami juga banyak melihat bagaimana kebakaran itu ada upaya-upaya sengaja sebagai suatu konversi lahan hutan untuk lahan sawit dan juga perkebunan yang lain. Inilah yang ditolak oleh PDI Perjuangan," ujar dia.

3. Usulkan penghijauan untuk pulihkan hutan dan buka lapangan kerja

Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Sebagai langkah menjaga lingkungan, Hasto mendorong gerakan penanaman pohon dan reboisasi dilakukan secara serentak. Menurutnya, program penghijauan tidak hanya bermanfaat untuk memulihkan kawasan hutan, tetapi juga dapat menjadi sarana menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

"Gerakan merawat lingkungan dengan menanam pohon, reboisasi, itu harus dilakukan secara serentak. Dengan cara itu pemerintah juga diuntungkan dengan menciptakan lapangan pekerjaan bagi rakyat melalui penghijauan kembali hutan-hutan kita," ucap dia.

Hasto mengatakan, PDIP telah menjalankan kegiatan penghijauan secara rutin dengan menanam ratusan ribu pohon setiap tahun. Menurutnya, gerakan tersebut diteruskan oleh Megawati sebagai bagian dari upaya partai dalam merawat lingkungan.

"Ini dilanjutkan oleh Ibu Megawati Soekarnoputri. Maka kami melakukan penghijauan setiap tahun, kami menanam paling tidak 235.000 pohon. Artinya satu tahun kalau semua komit, kita bisa menanam setidak-tidaknya 200 juta pohon," imbuhnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article