Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemerintah Ungkap Penyebab COVID-19 di Indonesia Kembali Meledak
Ambulans bersiap memasuki Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (14/6/2021). Berdasarkan data pengelola RSDC Wisma Atlet, tingkat keterisian atau bed occupancy rate (BOR) pasien positif COVID-19 mencapai 80,68 persen yang dirawat pada tower 4, 5, 6, dan 7 (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Jakarta, IDN Times - Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito memaparkan bahwa telah terjadi lonjakan kasus Corona di Indonesia yang tinggi. Hal tersebut ia ungkapkan saat memberikan keterangan pers melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden. 

"Kenaikan signifikan tahun ini terjadi karena kenaikan minggu keempat (setelah Idul Fitri) sangat signifikan. Dalam 1 minggu saja, terjadi kenaikan hampir 2 kali lipat. Hal ini menyebabkan perbedaan signifikan dari minggu ketiga dan keempat," ujarnya.

1. Terjadi kenaikan signifikan di lima provinsi tujuan mudik

Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito berpose usai memberikan keterangan di Kantor Presiden, Jakarta (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Wiku memaparkan bahwa kasus COVID-19 di Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta menjadi yang tertinggi di Indonesia. Menurut Wiku, lima provinsi ini merupakan daerah tujuan mudik. 

"Meskipun telah diberlakukan periode peniadaan mudik sebelum dan setelah Idul Fitri, namun mobilitas penduduk keluar Jabodetabek sebelum Idul Fitri, serta mobilitas masuk ke Jabodetabek setelah Idul Fitri, tetap mengalami peningkatan yang signifikan. Selain itu, di dalam kota pun juga terjadi kenaikan mobilitas penduduk ke pusat perbelanjaan dan tempat wisata selama periode Idul Fitri," jelasnya.

2. Kasus COVID-19 di Indonesia pecah rekor lagi

Tenaga medis yang mengenakan baju hazmat bersiap untuk melapor kepada petugas saat mengantar pasien di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (14/6/2021) (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Diberitakan sebelumnya, penambahan harian kasus COVID-19 di Indonesia kembali memecah rekor tertinggi. Satgas Penanganan COVID-19 melaporkan 12.624 orang dinyatakan positif terpapar virus corona per Kamis (17/6/2021). 

Angka itu menjadi rekor terbanyak sepanjang 2021. Dengan penambahan ini, total jumlah orang yang terpapar COVID-19 di tanah air mencapai 1.950.276 kasus. 

DKI Jakarta menjadi wilayah yang paling banyak menyumbang kasus harian virus corona hari ini, yakni 4.144 orang. Disusul Jawa Barat 2.800 kasus, Riau 1.752 kasus, Jawa Timur 722 kasus, dan Yogyakarta 595 kasus. 

3. Jumlah pasien sembuh dan meninggal juga bertambah

Sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) berjalan meninggalkan ruangan usai menjalani isolasi di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Pademangan, Jakarta, Selasa (15/6/2021) (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Meski jumlah kasus positif bertambah, Satgas COVID-19 melaporkan pasien sembuh dan meninggal juga bertambah. 

Jumlah pasien sembuh bertambah 7.350 pasien menjadi 1,7 juta orang. DKI Jakarta juga mencatat kasus kesembuhan paling banyak hari ini, yaitu 1.870 kasus. Disusul Jawa Barat sebanyak 1.096 kasus, Jawa Tengah 977 kasus, Lampung 720 kasus, dan Jawa Timur 339 kasus. 

Sementara, terdapat 277 orang meninggal dunia akibat virus corona dalam satu hari terakhir. Total jumlah orang yang meninggal dunia karena COVID-19 menjadi 53.753 orang. 

Provinsi yang memiliki kasus kematian terbanyak hari ini, yaitu Jawa Timur 53 kasus kematian. Disusul dengan Jawa Tengah 52 kasus, DKI Jakarta 50 kasus, dan Yogyakarta 18 kasus.

Curated For You

Editorial Team

Related Article