Belasan pemuda-pemudi karang taruna di di Kampung Cibiru Beet, Desa Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat membuka sekolah tatap muka secara gratis di tengah kesulitan akses ponsel pintar dan internet. IDN Times/Debbie Sutrisno
PKP menilai, tantangan pendidikan nasional hari ini masih mencakup kesenjangan akses dan mutu pendidikan, ketimpangan fasilitas antardaerah, lemahnya keterhubungan pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja, serta belum optimalnya pendidikan karakter.
Pendidikan nasional harus diarahkan untuk membentuk human capital Indonesia yang utuh: memiliki kompetensi, karakter, etika, daya saing, dan kesadaran sosial.
Selain itu, pendidikan juga harus menjadi alat keadilan sosial, agar setiap anak Indonesia, di kota maupun desa, di pusat maupun daerah 3T, memiliki kesempatan yang sama untuk maju.
“Pendidikan yang adil dan berkualitas adalah jalan menuju persatuan. Ketika akses pendidikan timpang, maka masa depan bangsa juga ikut timpang. Karena itu, PKP mendorong pendidikan nasional yang merata, relevan, dan berdampak langsung bagi rakyat,” tegas Isfan.