Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Hardiknas 2026, Mendikdasmen Dorong Pendekatan Deep Learning

Hardiknas 2026, Mendikdasmen Dorong Pendekatan Deep Learning
Mendikdasmen Abdul Mu'ti dalam kolaborasi Multipihak untuk Peningkatan Literasi dan Numerasi Nasional. di Gedung Kemendikdasmen, Kamis (9/5/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan penerapan pendekatan deep learning sebagai prioritas Hardiknas 2026 untuk menjadikan proses belajar lebih bermakna dan berpusat pada pengembangan potensi murid secara utuh.
  • Kemendikdasmen menetapkan kebijakan strategis seperti Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran yang telah menjangkau ribuan sekolah melalui program PHTC serta penyediaan Interactive Flat Panel.
  • Penguatan karakter dilakukan lewat budaya sekolah Aman, Sehat, Resik, Indah serta peningkatan literasi, numerasi, STEM, dan akses pendidikan fleksibel agar sekolah menjadi rumah kedua bagi siswa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, mendorong penerapan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) sebagai program prioritas dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.

Kemendikdasmen, kata dia, memiliki tujuan bahwa pendidikan merupakan proses mencerdaskan manusia dalam kehidupan. Dengan demikian untuk mewujudkannya diperlukan pendekatan tersebut.

"Pendidikan adalah proses menumbuhkembangkan potensi manusia, sehingga menjadi insan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, cerdas, terampil, mandiri, sehat jasmani dan rohani, jujur, bertanggung jawab, demokratis, dan kepribadian utama lainnya," kata Mu'ti saat memimpin upacara peringatan Hardiknas di Banyuwangi, Jawa Timur, dikutip dari ANTARA, Sabtu (2/5/2026).

1. Belajar jadi pengalaman bermakna

Mendikdasmen Abdul Mu'ti meluncurkan Peta Jalan Bersama ASEAN-SEAMEO tentang Pendidikan dan Pengasuhan Anak Usia Dini di Asia Tenggara di Jakarta Pusat, Kamis (9/5/2026).
Mendikdasmen Abdul Mu'ti meluncurkan Peta Jalan Bersama ASEAN-SEAMEO tentang Pendidikan dan Pengasuhan Anak Usia Dini di Asia Tenggara di Jakarta Pusat, Kamis (9/5/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Menurut Mu'ti pendekatan deep learning tersebut menempatkan proses belajar sebagai pengalaman bermakna.

Selain itu, pendekatan tersebut juga berpusat pada pengembangan potensi murid secara utuh.

"Sebuah adagium populer menyebutkan, 'Jika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikan. Jika hendak memperbaiki pendidikan, perbaiki lah mulai dari dalam kelas. Pembelajaran Mendalam adalah ikhtiar yang dimaksudkan untuk mencapai cita-cita ideal pendidikan nasional," ujar dia.

2. Kemendikdasmen tetapkan kebijakan strategis

Mendikdasmen Abdul Mu'ti dalam kolaborasi Multipihak untuk Peningkatan Literasi dan Numerasi Nasional. di Gedung Kemendikdasmen, Kamis (9/5/2026).
Mendikdasmen Abdul Mu'ti dalam kolaborasi Multipihak untuk Peningkatan Literasi dan Numerasi Nasional. di Gedung Kemendikdasmen, Kamis (9/5/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Abdul Mu'ti mengatakan, pihaknya telah menetapkan sejumlah kebijakan strategis. Salah satu programnya adalah Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran.

Program tersebut juga merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dari Presiden Prabowo Subianto.

"Program ini telah membawa dampak nyata bagi dunia pendidikan dengan menjangkau 16.167 satuan pendidikan pada tahun 2025," kata dia.

Selain itu, adapula program Digitalisasi Pembelajaran melalui penyediaan Interactive Flat Panel (IFP) yang telah dimanfaatkan oleh lebih dari 288 ribu satuan pendidikan.

3. Dorong penguatan karakter

Mendikdasmen Abdul Mu'ti, mengunjungi  wilayah Kabupaten Aceh Tamiang
Mendikdasmen Abdul Mu'ti, mengunjungi wilayah Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. (Dok. Kemendikdasmen)

Hal lainnya yang dilakukan, kata Mu'ti, mendorong penguatan karakter melalui penciptaan lingkungan dan budaya sekolah yang aman dan nyaman, penerapan budaya Aman, Sehat, Resik, dan Indah (Asri).

Dengan begitu, sekolah diharapkan menjadi rumah kedua bagi para murid. Peningkatan kualitas pembelajaran juga terus diperkuat dengan penguatan literasi, numerasi, STEM serta Tes Kemampuan Akademik (TKA).

"Upaya ini juga diiringi dengan perluasan akses layanan pendidikan yang lebih mudah, terjangkau, dan fleksibel, melalui berbagai skema, seperti sekolah satu atap, pendidikan jarak jauh, komunitas belajar, dan sekolah terbuka," ucap dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Related Articles

See More