Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Hardiknas 2026, Menag Nilai Kolaborasi Kunci Pendidikan Berkualitas

Hardiknas 2026, Menag Nilai Kolaborasi Kunci Pendidikan Berkualitas
Menag Nasaruddin Umar (Dok. Kemenag)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Menag Nasaruddin Umar menegaskan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat jadi kunci menciptakan pendidikan berkualitas dan inklusif pada peringatan Hardiknas 2026 di Jakarta.
  • Tema Hardiknas 2026 menyoroti pentingnya partisipasi bersama untuk memperkuat sistem pendidikan nasional yang tidak hanya fokus akademik, tapi juga pembentukan karakter dan nilai moral.
  • Nasaruddin menekankan peran penting lembaga pendidikan keagamaan dalam membentuk generasi berilmu, berakhlak, serta menyerukan penguatan kerja sama demi ekosistem pendidikan terbuka dan berkeadilan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, menilai kolaborasi antara pemerintah, satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci dalam pendidikan berkualitas, inklusif, dan berakar pada nilai karakter.

Hal itu disampaikan Nasaruddin saat Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Jakarta, Sabtu (2/5/2026).

"Pendidikan adalah ikhtiar bersama. Pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat memiliki peran yang saling menguatkan untuk memastikan setiap anak mendapat akses pendidikan yang berkualitas,” ujar dia, dikutip dari siaran pers.

1. Hardiknas tahun ini perkuat sistem pendidikan nasional

Menag ke Vatikan
Meteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dalam Pertemuan Internasional untuk Perdamaian diselenggarakan oleh Komunitas Sant' Egidio di Vatikan, Roma, pada Minggu (26/10/2025). (Dok. Kemenag).

Menurut Nasaruddin, tema Hardiknas tahun ini, yaitu 'Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua', merefleksikan pentingnya membangun kolaborasi yang lebih luas dalam memperkuat sistem pendidikan nasional.

Dia mengatakan, pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga harus membentuk manusia yang memiliki integritas, kepekaan sosial, dan fondasi moral yang kuat.

"Pendidikan yang baik bukan hanya melahirkan generasi cerdas, tetapi juga pribadi yang memiliki karakter, etika, dan kepedulian terhadap sesama," kata dia.

2. Pentingnya pendidikan agama

Menag Nasaruddin Umar. (Dok. Kemenag)
Menag Nasaruddin Umar. (Dok. Kemenag)

Selain itu, Nasaruddin juga menyoroti pentingnya pendidikan agama dan keagamaan dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Menurut dia, madrasah, pesantren, dan lembaga pendidikan keagamaan merupakan ruang strategis untuk menanamkan keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan pembentukan akhlak.

"Lembaga pendidikan keagamaan memiliki peran besar dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial," kata dia.

3. Ilmu harus lahirkan manfaat

Menag Nasaruddin Umar. (Dok. Kemenag)
Menag Nasaruddin Umar. (Dok. Kemenag)

Dia mengatakan, penguatan pendidikan karakter menjadi semakin relevan di tengah perkembangan zaman yang bergerak cepat dan tantangan sosial yang semakin kompleks.

"Ilmu harus melahirkan manfaat. Pendidikan perlu membangun kecerdasan yang berpijak pada nilai ketuhanan dan kemanusiaan, ucap dia.

Nasaruddin pun meminta penguatan kerja sama dalam membangun ekosistem pendidikan yang terbuka, inklusif, dan memberi ruang tumbuh yang optimal bagi seluruh anak Indonesia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in News

See More