Jakarta, IDN Times – Implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah dilaporkan memicu disrupsi dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Alih-alih meningkatkan konsentrasi, ketidakpastian jadwal pengiriman makanan justru membuat banyak siswa kehilangan fokus, saat menunggu jatah makan siang mereka tiba.
Berdasarkan hasil riset Labsosio Pusat Kajian Sosiologi Universitas Indonesia yang dilakukan di lima kabupaten/kota, ditemukan 36,7 persen siswa menjadi tidak fokus dalam pembelajaran, karena menanti kedatangan makanan yang kerap terlambat.
Masalah ini diperparah dengan data yang menunjukkan hanya 46 persen responden yang menilai pengiriman makanan ke sekolah dilakukan tepat waktu.