Tim investigasi independen TAUD mengungkap empat wajah pelaku lapangan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus yang identitasnya diungkap oleh POM TNI. (Dokumentasi TAUD)
Sementara, Tim investigasi independen Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mengungkap wajah pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus yang terjadi di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026). Mereka membandingkan wajah dari identitas yang pernah dipaparkan polisi militer TNI dan Polda Metro Jaya.
Dari dokumen tim investigasi independen TAUD yang dikutip pada Selasa (21/4/2026), terlihat keempat pelaku versi polisi militer TNI, yaitu Sersan Dua (Serda) Marinir Edi Sudarko (45) bertugas di Denma Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Letnan Satu (Lettu) Marinir Sami Lakka (41) bertugas di Denma BAIS TNI, Letnan Satu (Lettu) Marinir Budhi Hariyanto Widhi Cahyono (43) bertugas di Paur Perawatan BAIS TNI dan Kapten Marinir Nandala Dwi Prastia (41) bertugas di kepala jasmani Denma BAIS TNI.
Dari keempat identitas yang disampaikan polisi militer TNI, mereka berasal dari matra TNI Angkatan Laut (AL). Padahal, Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) Mayjen TNI Yusri Nuryanto, mengatakan, ada pelaku yang berasal dari matra TNI Angkatan Udara (AU).
Berdasarkan penelusuran TAUD, Polda Metro Jaya mengungkap dua pelaku lapangan BHC dan MAK. Nama lengkap keduanya, yakni Letnan Satu (Lettu) Marinir Budhi Hariyanto Widhi Cahyono dan Muhammad Akbar Kuddus.
Sosok Akbar terekam di dalam kamera CCTV yang dianalisis oleh TAUD dan Polda Metro Jaya. Namun sosok Akbar tidak ada di dalam berkas pelaku lapangan yang diungkap polisi militer TNI.
"Muhammad Akbar Kuddus juga merupakan seorang perwira TNI. Foto-fotonya kami kumpulkan dari sumber terbuka di media sosial," ujar Anggota Tim Investigasi Independen, Ravio Patra, ketika memberikan keterangan, di kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), Jakarta Selatan, Kamis (9/4/2026).