Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Analis: Teddy Ikut Sesko AD untuk Penuhi Syarat Kenaikan Pangkat
Teddy Indra Wijaya ketika lulus US Army Ranger pada 2020. (Dok. TNI AD)

Intinya sih...

  • Teddy baru mendapat kenaikan pangkat kolonel pada 2028

  • Pendidikan Seskoad disebut dibuat lebih singkat jadi enam bulan

  • TNI AD sebut Seskoad tahun ini dapat diikuti secara daring

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Analis militer dan keamanan dari Universitas Nasional, Selamat Ginting menilai langkah Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengikuti program reguler ke-67 Sesko TNI Angkatan (AD), lantaran merupakan syarat untuk kenaikan pangkat militer di masa depan. 

Sebab, kata Selamat, salah satu syarat bagi Teddy bisa mendapat kenaikan pangkat menjadi perwira menengah kolonel, yakni harus mengikuti pendidikan Sesko TNI AD. Sementara, Teddy sebelumnya sudah mendapat kenaikan pangkat menjadi letnan kolonel pada 2025 meski belum mengikuti Sesko AD.

"Bila Teddy tidak mengikuti Seskoad maka dia akan terbentur menjadi kolonel untuk masa waktu sesuai aturan yang baru 2025," ujar Selamat ketika dihubungi IDN Times melalui telepon, Jumat (6/2/2026).

Berdasarkan aturan baru dari Panglima TNI, seorang prajurit harus melewati masa dinas selama 17 tahun pasca pendidikan Seskoad untuk meraih pangkat kolonel. Tanpa pendidikan Seskoad, maka masa dinas yang ditempuh lebih lama untuk diangkat menjadi kolonel yakni 24 tahun.

"Dalam kasus Teddy, dia baru bisa naik level nanti pada 2028 karena dia merupakan lulusan Akademi Militer 2011," katanya.

Selamat mengatakan dalam pendidikan reguler ke-67 Seskoad, Teddy bertemu dengan teman-teman satu lettingnya, meskipun ia telah mendapat pangkat letkol. Sementara, mayoritas teman-temannya masih berpangkat mayor.

1. Teddy baru mendapat kenaikan pangkat kolonel pada 2028

Letkol Teddy Indra Wijaya (ketiga dari kiri) ketika mengikuti pendidikan reguler ke-67 Seskoad di Bandung. (www.instagram.com/@kerjaseskabri)

Lebih lanjut, kata Selamat, pendidikan Seskoad memiliki jadwal yang padat. Agendanya dilakukan selama lima hari dalam sepekan di Bandung. Sedangkan, Teddy tidak mengambil cuti dari kegiatannya di Sekretariat Kabinet.

Itu sebabnya, Selamat menilai tidak wajar ketika dalam pendidikan Seskoad ke-67 ini juga tersedia pembelajaran dengan format daring, meskipun pendidikan di Seskoad pernah dilakukan secara daring ketika pandemik COVID-19 melanda Tanah Air.

"Makanya pendidikan di Seskoad kali ini agak unik karena tersedia secara daring. Bisa jadi fasilitas pembelajaran daring ini tersedia untuk Teddy saja karena kan masih menjabat sebagai Seskab," katanya.

Selamat juga menyebut Teddy menjalani pendidikan reguler Seskoad bersama koleganya di Paspampres, yakni Letnan Kolonel Denny Sopyan. Denny merupakan teman satu letting yang juga berpangkat Letkol seperti Teddy.

Selamat pun memastikan sesuai dengan aturan yang ada meski telah menuntaskan Seskoad, Teddy tak mendapat kenaikan pangkat menjadi kolonel pada 2026. Sebab, sesuai aturan, ia baru bisa menjadi kolonel pada 2028.

2. Pendidikan Seskoad dibuat lebih singkat jadi enam bulan

Analis militer dari Universitas Nasional, Selamat Ginting. (www.instagram.com/@sgintingofficial)

Selamat juga menyebut kini masa pendidikan di Seskoad dibuat lebih singkat. Bila sebelumnya pendidikan di Seskoad memakan waktu sekitar 10 bulan hingga 12 bulan, kini cukup enam bulan. Ia menduga kebijakan percepatan pendidikan itu untuk mengantisipasi perkiraan akan terjadi perang dunia ketiga, sebagaimana pernah disebut Presiden Prabowo Subianto.

"Kemarin Pak Prabowo beberapa kali sempat mengatakan kekhawatirannya mengenai perang dunia ketiga. Maka ini satu rangkaian peraturan Panglima TNI Nomor 15 Tahun 2025, dengan kekhawatiran presiden. Sehingga bisa dihasilkan komandan batalyon, komandan resimen, komandan brigade dalam usia yang masih muda," katanya.

3. TNI AD sebut Seskoad tahun ini dapat diikuti secara daring

Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono berkunjung ke redaksi IDN Times, Jakarta, Senin (22/12/2025).(IDN Times/Fauzan)

Sementara, Kepala Dinas Penerangan Mabes TNI AD, Brigjen TNI Donny Pramono, membenarkan Teddy saat ini sedang mengikuti pendidikan reguler Seskoad ke-67. Namun, metode pembelajarannya tidak hanya tatap muka, tetapi memungkinkan diikuti secara daring.

"Kami sampaikan bahwa benar Letkol Inf Teddy Indra Wijaya saat ini sedang mengikuti Dikreg LXVII Seskoad. Pendidikan dilakukan dengan metode tatap muka dan daring, menyesuaikan pengembangan pendidikan, dinamika tugas dan kebutuhan organisasi," ujar Donny, Jumat, 6 Februari 2026.

Teddy sendiri diketahui masih menjabat sebagai Sekretaris Kabinet ketika menjalani pendidikan reguler Seskoad. Sedangkan, pendidikan itu dijalani selama enam bulan dan berlokasi di Bandung.

Lebih lanjut, kata Donny, Seskoad merupakan lembaga yang bertujuan untuk membentuk perwira menengah pangkat mayor atau letnan kolonel, agar memiliki kemampuan, manajerial, dan wawasan strategis, untuk mendukung tugas staf maupun komando.

"Pendidikan Seskoad diikuti oleh perwira TNI AD, matra lain, Polri, serta perwira negara sahabat, dengan kurikulum yang mencakup ilmu strategi, kepemimpinan, manajemen pertahanan, serta kajian geopolitik," ujar jenderal bintang satu itu.

Donny menyebut keikutsertaan Teddy dalam pendidikan reguler Seskoad merupakan bagian dari proses pembinaan karier perwira TNI AD. Pembinaan karier di TNI AD dilaksanakan secara profesional, objektif dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Editorial Team