Inayatul, jemaah ahji asal Sulsel menggantikan ibunya yang wafat. (Media Center Haji)
Ayah Inayatul, Syafaruddin Pagising, menceritakan dirinya bersama almarhumah istrinya merantau sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Malaysia pada 1996.
Syafaruddin mendaftarkan diri untuk berhaji bersama istrinya pada 2011. Namun, Allah berkehendak lain, sang istri harus menghadap sang Illahi lebih awal.
"Istri saya meninggal di Malaysia. Saya kebumikan di Bulukkumba, selepas itu saya urus surat di Kementerian Agama, agar hajinya digantikan anaknya," tutur dia.
Syafaruddin dan Inayatul yang tergabung dalam kloter 14 Makassar (UPG), berangkat ke tanah suci pada Sabtu, 10 Mei 2015 pukul 12.00 WIT, melalui Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.
Inayatul bersama sang ayah tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMMA) di Madinah, Sabtu malam jam 22.00 Waktu Arab Saudi (WAS).
Inayatul bersama ayah menilai pelayanan pada jemaah haji tahun ini baik. "Alhamdulillah, saya senang karena pelayanannya baik, petugas yang melayani juga semangat kak," ujar Inayatul dan sang ayah, kompak.