Jakarta, IDN Times - Pagi itu, tanggal 17 Ramadan, matahari baru saja mulai memanaskan pasir di lembah Badr. Di satu sisi, 314 pejuang Muslim berdiri dengan perlengkapan seadanya, sementara di sisi lain, seribu tentara kaum Quraisy bersiap dengan persenjataan lengkap dan kesombongan yang meluap.
Ketegangan memuncak saat tiga jawara Quraisy maju menantang duel satu lawan satu. Rasulullah salallahu'alaihi wasallam bersabda, "Majulah wahai Ubaidah bin Al-Harits! Majulah Hamzah! Majulah Ali!".
Hamzah dan Ali dengan cepat menuntaskan lawan mereka, namun Ubaidah harus terlibat dalam pertarungan sengit dengan Utbah bin Rabi'ah hingga kakinya tertebas. Hamzah dan Ali segera membantu Ubaidah dan membopongnya kembali ke barisan Muslim, menunjukkan persaudaraan yang tak tergoyahkan, bahkan di ambang maut.
