Jakarta, IDN Times - Ekspresi wajah Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, tertegun ketika melihat lokasi siswa kelas 4 SD YBR mengakhiri hidup di depan gubuk neneknya. YBR yang baru berusia 10 tahun memilih mengakhiri hidup setelah permintaannya untuk dibelikan buku dan pena ditolak oleh sang ibu.
Melki mengatakan, kehadirannya ke kediaman keluarga mendiang bukan sekedar menyampaikan belasungkawa tetapi juga dijadikan momen untuk introspeksi yang mendalam bagi dirinya sendiri dan jajaran Pemda NTT. Ia pun mengaku sempat menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga mendiang YBR pada Sabtu (7/2/2026).
"Didampingi Bupati Ngada, Pak Raymundus Benda, pimpinan dan anggota DPRD II dari Kabupaten Ngada, Nagekeo dan Ende serta jajaran Pemprov NTT, kami tiba dan menyapa keluarga almarhum," ujar Melki seperti dikutip dari akun media sosialnya, Minggu (8/2/2026).
"Di hadapan ibu, nenek, dan kakak YBR, saya menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian negara dan pemerintah yang belum sepenuhnya hadir untuk menjaga anak-anak kita," tutur dia.
Ia mengatakan, kepergian YBR mengguncang nurani semua orang dan menjadi peringatan keras. "Peristiwa ini harus menyadarkan kita untuk lebih peduli, lebih peka, dan lebih cepat bertindak," imbuhnya.
