Jakarta, IDN Times - Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah mantan presiden, mantan wakil presiden, mantan menteri luar negeri, dan ketua umum partai politik di tengah eskalasi konflik Timur Tengah, dinilai memiliki dimensi politik yang lebih dalam daripada sekadar respons geopolitik.
Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki Chaniago, melihat langkah tersebut sebagai bentuk manajemen risiko politik jangka menengah, bukan hanya respons terhadap situasi luar negeri.
“Ini bukan hanya soal perang di Timur Tengah. Ini soal bagaimana Presiden Prabowo mengelola potensi dampak politik di dalam negeri. Geopolitik sering kali menjadi pemicu tekanan ekonomi, dan tekanan ekonomi bisa cepat berubah menjadi tekanan politik,” ujar Arifki kepada IDN Times, Rabu (4/3/2026).
