Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sugiono: Indonesia Sesalkan Gagalnya Perundingan Iran-AS

Sugiono: Indonesia Sesalkan Gagalnya Perundingan Iran-AS
Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Intinya Sih
  • Menlu RI Sugiono menyatakan Indonesia menyesalkan gagalnya perundingan nuklir Iran-AS yang memicu perang, setelah berkomunikasi langsung dengan Menlu Iran Abbas Araghchi.
  • Indonesia menegaskan komitmen menghormati kedaulatan negara lain dan menawarkan Presiden Prabowo sebagai mediator untuk mendorong perdamaian melalui jalur diplomasi.
  • Dubes Iran Mohammad Boroujerdi menegaskan Iran tak lagi membuka negosiasi dengan AS pascaserangan, namun tetap menghargai tawaran mediasi dari Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, mengungkapkan telah berkomunikasi langsung dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyusul pecahnya konflik antara Iran dan Israel-Amerika Serikat (AS).

Dalam percakapan tersebut, Indonesia menyampaikan penyesalan atas gagalnya perundingan terkait pengembangan teknologi nuklir Iran yang berujung pada eskalasi militer.

"Saya juga telah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Iran kemarin. Beliau menelepon saya kemudian menjelaskan posisi Iran. Tentu saja, kami menyampaikan juga sikap Indonesia, kita menyesalkan perundingan yang terjadi kemudian gagal yang berakibat pada terjadinya eskalasi," ujar Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3/2026).

1. Indonesia hormati kedaulatan negara lain

Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Sugiono menegaskan, Indonesia konsisten menghormati kedaulatan setiap negara. Dalam komunikasi dengan Menlu Iran, ia juga menyampaikan kesiapan Presiden Prabowo Subianto berperan sebagai mediator perdamaian.

"Kita juga menegaskan kembali ke meja rundingan dan juga yang pasti, kami juga menyampaikan keinginan dari Bapak Presiden untuk menjadi mediator dalam upaya mendinginkan dan menurunkan eskalasi di wilayah tersebut. Dan ini merupakan pandangan-pandangan yang juga beliau terima," ucap dia.

Indonesia mendorong penyelesaian konflik Iran dan AS melalui jalur diplomasi. Pemerintah berharap kedua pihak kembali ke meja perundingan guna mencegah eskalasi lebih luas di Timur Tengah.

2. Dubes Iran sebut tak ada lagi negosiasi dengan AS

Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Saat ditanya terkait pernyataan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, yang menyebut tidak ada lagi negosiasi dengan AS, Sugiono tak mempermasalahkan. Menurutnya, apabila Iran dan AS ingin berunding, Presiden Prabowo bersedia menjadi mediator.

"Ya, seperti yang disampaikan bahwa jika kedua belah pihak berkeinginan ya Bapak Presiden bersedia untuk menjadi mediator. Tetapi kalau misalnya ada pandangan seperti itu ya kita kembalikan kepada mereka," kata Sugiono.

Menanggapi pernyataan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, yang menyebut tak ada lagi negosiasi dengan AS, Sugiono menyatakan hal tersebut sepenuhnya menjadi keputusan kedua negara.

"Ya, seperti yang disampaikan bahwa jika kedua belah pihak berkeinginan ya Bapak Presiden bersedia untuk menjadi mediator. Tetapi kalau misalnya ada pandangan seperti itu ya kita kembalikan kepada mereka," kata Sugiono.

3. Dubes Iran tegaskan tak ada lagi negosiasi dengan AS

WhatsApp Image 2025-06-17 at 14.05.17.jpeg
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi dalam jumpa pers di Kediaman Dubes Iran di Jakarta (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Sebelumnya, Mohammad Boroujerdi menyampaikan Iran tidak lagi membuka ruang negosiasi dengan Amerika Serikat setelah serangan yang terjadi.

“Kami sampaikan terima kasih dan mengapresiasi dukungan Indonesia kepada Iran. Bagi kami, saat ini tidak ada lagi negosiasi dengan negara yang telah menyerang kami, dalam hal ini AS,” kata Dubes Boroujerdi, dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (2/3/2026).

Ia menilai tidak ada jaminan keamanan jika negosiasi tetap dilakukan di tengah situasi konflik. Meski demikian, Iran tetap mengapresiasi tawaran Indonesia untuk menjadi mediator.

Boroujerdi juga menyebut belum ada komunikasi lanjutan dari Pemerintah Indonesia terkait langkah mediasi tersebut.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in News

See More