Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Sujatmiko turut menyoroti polemik perbedaan pandangan terkait pelaksanaan dam haji antara Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). Ia meminta agar pemerintah dan MUI mencari titik temu demi kemaslahatan umat.
Menurutnya, pandangan ulama tetap harus menjadi perhatian penting pemerintah dalam mengambil kebijakan, terlebih menyangkut ibadah yang memiliki dimensi fikih yang kuat seperti dam haji.
“Kita tentu menghormati pandangan MUI sebagai otoritas keagamaan. Karena itu, komunikasi dan sinkronisasi antara pemerintah dengan para ulama harus terus diperkuat agar jamaah mendapatkan kepastian yang jelas dan tidak bingung di lapangan,” kata Singgih kepada wartawan, Kamis (14/5/2026).
