Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Potret Warisan Budaya Toraja yang Tetap Hidup di Kete Kesu
Suasana Kete Kesu, desa wisata adat dan budaya Tana Toraja di Sulawesi Selatan dan makam kuno di gua serta tebing. (IDN Times/Lia Hutasoi)
  • Kete Kesu adalah desa adat Toraja berusia sekitar 400 tahun di Toraja Utara, terkenal dengan tongkonan, makam tebing kuno, dan tradisi budaya yang masih lestari.
  • Tongkonan di Kete Kesu menghadap utara sebagai simbol leluhur, dihiasi tanduk kerbau penanda upacara adat, serta berdampingan dengan lumbung padi tradisional.
  • Di belakang desa terdapat kompleks makam batu kapur Bukit Buntu Kesu berusia lebih dari 700 tahun dengan tau-tau dan peti kayu khas Toraja yang menjadi daya tarik wisata budaya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
sekitar 700 tahun lalu

Kompleks makam batu kapur Bukit Buntu Kesu dibangun dan digunakan sebagai tempat pemakaman leluhur masyarakat Toraja.

sekitar 400 tahun lalu

Desa adat Kete Kesu berdiri di Kecamatan Sanggalangi, Toraja Utara, dengan deretan rumah adat tongkonan yang menghadap utara.

kini

Kete Kesu tetap menjadi warisan budaya hidup dengan tradisi dan arsitektur asli Toraja yang masih terjaga serta masuk daftar sementara Warisan Dunia UNESCO.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kete Kesu adalah desa adat Toraja yang mempertahankan warisan budaya berupa rumah adat tongkonan, makam tebing kuno, dan tradisi upacara Rambu Solo yang masih dijalankan hingga kini.
  • Who?
    Masyarakat adat Toraja di Desa Kete Kesu menjadi penjaga utama kelestarian budaya, sementara wisatawan datang untuk menyaksikan langsung kehidupan tradisional dan situs bersejarah tersebut.
  • Where?
    Desa Kete Kesu terletak di Kecamatan Sanggalangi, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, sekitar lima kilometer dari pusat Kota Rantepao.
  • When?
    Kawasan ini telah berdiri sekitar 400 tahun lalu dan hingga saat ini tetap aktif sebagai pusat kegiatan budaya serta destinasi wisata unggulan di Toraja Utara.
  • Why?
    Kete Kesu dipertahankan karena memiliki nilai sejarah tinggi, simbol asal leluhur masyarakat Toraja, serta menjadi bagian dari daftar sementara Warisan Dunia UNESCO.
  • How?
    Pelestarian dilakukan dengan menjaga bentuk asli tongkonan yang menghadap utara, merawat makam batu kapur Bukit Buntu Kesu, serta terus melaksanakan upacara adat secara turun-temurun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di Toraja ada desa namanya Kete Kesu. Di sana ada rumah adat besar yang atapnya mirip perahu, namanya tongkonan. Rumahnya menghadap utara dan dihiasi tanduk kerbau. Di belakang desa ada tebing batu kapur untuk makam orang dulu sekali. Ada patung kayu dan peti tua di sana. Budaya mereka masih dijaga sampai sekarang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Keberadaan Kete Kesu menunjukkan bagaimana masyarakat Toraja berhasil menjaga kesinambungan tradisi dan warisan leluhur mereka selama berabad-abad. Dari tongkonan yang berdiri megah hingga makam batu kapur berusia ratusan tahun, setiap sudut desa ini mencerminkan rasa hormat mendalam terhadap sejarah, budaya, dan nilai spiritual yang tetap hidup hingga kini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kete Kesu merupakan desa adat Toraja di Kecamatan Sanggalangi, Toraja Utara, Sulawesi Selatan, yang terkenal dengan deretan rumah adat tongkonan, makam tebing kuno, dan tradisi budaya yang masih lestari.

Kawasan berusia sekitar 400 tahun ini berada sekitar lima kilometer dari Rantepao dan masuk daftar sementara Warisan Dunia UNESCO. Tongkonan di Kete Kesu dibangun menghadap utara sebagai simbol asal leluhur, serta dihiasi tanduk kerbau penanda upacara adat keluarga.

Di belakang desa terdapat kompleks makam batu kapur Bukit Buntu Kesu berusia lebih dari 700 tahun, lengkap dengan tau-tau (patung kayu khas Toraja) dan peti kayu tradisional khas Toraja.

IDN Times berkesempatan langsung menyaksikan sendiri dengan nyata megahnya budaya masyarakat Toraja yang masih terjaga hingga sekarang, berikut adalah kumpulan foto suasana Kete Kesu, warisan budaya Toraja yang masih berdiri gagah!

1. Kete Kesu jadi desa adat Toraja tertua di Kabupaten Toraja Utara sekitar lima kilometer dari pusat Kota Rantepao, Sulawesi Selatan

Suasana Kete Kesu, desa wisata adat dan budaya Tana Toraja di Sulawesi Selatan dan makam kuno di gua serta tebing. (IDN Times/Lia Hutasoi)

2. Tongkonan yang atapnya melengkung menyerupai perahu berjajar rapi dengan lumbung padi tradisional di depannya

Suasana Kete Kesu, desa wisata adat dan budaya Tana Toraja di Sulawesi Selatan dan makam kuno di gua serta tebing. (IDN Times/Lia Hutasoi)

3. Kete Kesu terkenal sebagai lokasi utama pelaksanaan upacara adat Rambu Solo

Suasana Kete Kesu, desa wisata adat dan budaya Tana Toraja di Sulawesi Selatan dan makam kuno di gua serta tebing. (IDN Times/Lia Hutasoi)

4. Wisatawan dapat menikmati suasana pedesaan Toraja yang masih autentik dan tradisional

Suasana Kete Kesu, desa wisata adat dan budaya Tana Toraja di Sulawesi Selatan dan makam kuno di gua serta tebing. (IDN Times/Lia Hutasoi)

5. Suasana tebing yang dijadikan makam masyarakat Toraja, terlihat peti-peti dengan bentuk khas seperti perahu diletakkan secara terbuka

Kubur batu, Kete Kesu, Toraja Utara, Sulawesi Selatan. (IDN Times/Lia Hutasoit)

6. Pengunjung bisa dengan jelas melihat tulang belulang manusia yang disusun rapi dan jadi bentuk penghormatan

Suasana Kete Kesu, desa wisata adat dan budaya Tana Toraja di Sulawesi Selatan dan makam kuno di gua serta tebing. (IDN Times/Lia Hutasoi)

7. Tebing ini juga memiliki gua yang difungsikan sebagai makam, suasana terasa gelap dan lembab

Suasana Kete Kesu, desa wisata adat dan budaya Tana Toraja di Sulawesi Selatan dan makam kuno di gua serta tebing. (IDN Times/Lia Hutasoi)

8. Pengunjung yang datang tak hanya bisa melihat tulang di dinding tebing, tapi juga di dalam gua

Suasana Kete Kesu, desa wisata adat dan budaya Tana Toraja di Sulawesi Selatan dan makam kuno di gua serta tebing. (IDN Times/Lia Hutasoi)

Editorial Team

Related Article