Jakarta, IDN Times - Pengurus Pusat Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI), Syamsuddin Haris, menilai koalisi pendukung pemerintah yang terlalu besar tidak hanya berpotensi melemahkan check and balances dalam sistem demokrasi Indonesia, tetapi juga dapat melahirkan pemerintah yang hanya mau benar sendiri.
Menurut Syamsuddin, keberadaan oposisi merupakan nyawa bagi sistem demokrasi, baik itu demokrasi parlementer maupun demokrasi presidensial.
“Namun, jika koalisi politik terlampau besar dan bahkan super jumbo atau super besar, saat ini misalnya 81 persen, bukan hanya berpotensi mematikan oposisi dan meniadakan hadirnya check and balances, melainkan juga melahirkan pemerintah yang hanya mau benar sendiri.” kata Syamsuddin, dalam seminar bertema “Koalisi Gemuk dan Kegagalan Checks and Balances di Indonesia" yang diselenggarakan Pusat Riset Politik BRIN, Jakarta, Rabu (15/07/2026).
