Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengakui masih ada birokrasi yang melakukan praktik pencurian uang negara. Hal itu disampaikan Prabowo kepada Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) saat menyerahkan uang Rp11,4 triliun kepada pemerintah melalui Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi.
"Ada di antara kita, harus kita akui di antara birokrasi kita, di antara kementerian lembaga kita, di antara lembaga-lembaga kita, institusi kita ada pribadi-pribadi Yang diberi tugas, diberi kehormatan oleh negara tetapi memakai wewenang dan kekuasaannya justru untuk membantu mereka-mereka yang mencuri dari uang negara, kita pahami," ujar Prabowo di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Prabowo kemudian mengajak seluruh jajarannya untuk meninggalkan praktik mencuri uang negara, karena bisa merugikan rakyat.
"Dar sejak saya menerima mandat dari rakyat terus saya mengimbau, terus saya mengajak dengan persuasif, dengan pendekatan manusiawi sebagai sesama bangsa Indonesia, sebagai sesama putra nusantara, saya mengajak marilah kita tutup praktik-praktik yang tidak baik, kita tutup, menipu rakyat, menipu atasan, membeking praktik-praktik yang tidak baik, penyelundupan, tambang ilegal, perkebunan ilegal," kata dia.
Dalam kesempatan itu, Prabowo mengakui gaji aparat negara memang masih kecil, namun dia meminta semua jajarannya melihat masih ada rakyat yang hidup dalam kesengsaraan.
"Kita paham, saya mengerti gaji kalian mungkin tidak cukup. Tapi, kalau kita lihat rakyat kita yang lebih parah dari kita, kita harus pahami bekerja di pemerintah adalah pengabdian, bekerja di pemerintah adalah pengabdian, bekerja untuk pemerintah di pemerintah adalah pengabdian. Berapa ribu kali saya harus tekankan, bekerja di pemerintah adalah pengorbanan dan pengabdian," ujar Prabowo.
