Krisis Ekonomi, Presiden Bolivia Potong Gajinya dan Para Menteri Hingga 50 Persen

- Presiden Bolivia Rodrigo Paz mengumumkan pemotongan gaji dirinya dan para menteri hingga 50 persen sebagai bentuk komitmen menghadapi krisis ekonomi dan gelombang demonstrasi nasional.
- Paz menegaskan pentingnya penegakan konstitusi serta menyerukan dialog damai, menolak tindakan yang memperburuk kondisi warga seperti kelangkaan bahan bakar dan obat-obatan di La Paz.
- Konvoi kemanusiaan Menteri Pekerjaan Umum Mauricio Zamora diserang demonstran dengan lemparan dinamit saat mencoba membuka jalur bantuan, meski pasukan keamanan tidak membawa senjata mematikan.
Jakarta, IDN Times - Presiden Bolivia, Rodrigo Paz mengumumkan pemotongan gajinya sendiri dan seluruh menteri di bawah pemerintahannya. Langkah ini sebagai komitmen untuk negara di tengah demonstrasi besar.
“Presiden bersama menteri, sudah memutuskan untuk mengupayakan komitmen untuk negara dan menurunkan gaji hingga 50 persen,” terangnya, dikutip dari EFE, Selasa (26/5/2026).
Dalam sebulan terakhir, Bolivia sudah dilanda demonstrasi besar imbas krisis ekonomi. Sejumlah persatuan pekerja, guru, dan penambang sudah melakukan blokade ibu kota La Paz.
1. Gaji Paz akan dikurangi hingga setengahnya

Berdasarkan keputusan ini, maka gaji Paz akan dikurangi 50 persen. Sebelumnya, ia menerima gaji sebesar 24.978 bolivianos (Rp64,2 juta) per bulan dan saat ini hanya akan menerima gaji 1.808 bolivianos (Rp32 juta) per bulan.
Sementara itu, Paz memastikan bahwa keputusan ini tidak akan berdampak pada profesionalitas jajaran pemerintahan. Ia menyebut, tujuan dari pemotongan gaji pejabat ini hanya agar tidak melukai para pekerja dan tetap mengutamakan pelayanan publik.
2. Paz akan mendorong penegakan konstitusi

Presiden sayap kanan tersebut mengatakan bahwa Konstitusi Bolivia harus ditegakkan. Menurutnya, hanya kelompok minoritas yang berusaha menjatuhkan konstitusi di negara Amerika Selatan tersebut.
“Bolivia tidak membutuhkan konflik dan kami harus berdialog untuk menyelesaikan masalah. Bukan dengan membuat warga di La Paz kelaparan dan kekurangan bahan bakar dan obat-obatan,” tuturnya.
Paz juga meminta maaf kepada sejumlah organisasi yang belum dapat ditemuinya. Namun, ia memastikan akan tetap terbuka dengan negosiasi dengan sejumlah kelompok yang ingin berdialog.
3. Konvoi Menteri Pekerjaan Umum Bolivia disebut diserang demonstran

Pada Minggu (24/5/2026), Menteri Pekerjaan Umum Bolivia, Mauricio Zamoran sudah mengadakan konvoi menggunakan bendera putih untuk membuka koridor kemanusiaan. Ia melakukan konvoi bersama 2 ribu polisi dan personel militer dengan 150 kendaraan.
Dilansir The Latin Times, konvoi kendaraan tersebut diadang ketika berada di La Ventilla dan Achica Arriba. Demonstran yang marah disebut melemparkan dinamit dan memaksa polisi dan personel militer untuk mundur.
Zamora mengatakan, ia mau berdialog dengan seluruh demonstran yang memblokade jalan. Ia memastikan bahwa polisi dan personel militer tidak dilengkapi dengan senjata mematikan dalam konvoi tersebut.


















