Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Prabowo Panggil Purbaya hingga Gubernur BI ke Istana
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Presiden Prabowo memanggil sejumlah pejabat ekonomi, termasuk Menkeu Purbaya dan Gubernur BI Perry Warjiyo, ke Istana untuk membahas kondisi ekonomi nasional.
  • Purbaya menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski rupiah melemah, serta pentingnya kerja sama pemerintah dan BI menjaga stabilitas nilai tukar.
  • Bahlil menyebut rapat juga membahas persiapan Idul Fitri, ketersediaan pangan dan BBM, serta dampak ketegangan geopolitik di Timur Tengah terhadap situasi dalam negeri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menko Pangan Zulkifli Hasan, hingga Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Purbaya mengaku ingin meminta sejumlah arahan kepada Presiden Prabowo.

"Saya juga akan nanya stabilitas fiskal. Stabilitas fiskal," ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (10/3/2026).

1. Respons Purbaya soal melemahnya nilai tukar rupiah

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Saat ditanya mengenai nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang menyentuh level Rp17 ribu, Purbaya mengaku tidak khawatir. Dia menegaskan, fundamental ekonomi Indonesia kuat.

"Kalau kita memastikan perkembangan ekonomi bagus, uang di sistem cukup, dan BI mungkin monitor keadaan nilai tukar seperti apa. Jadi, kerja sama yang enak antara pemerintah dengan BI perlu untuk menjaga stabilitas nilai tukar," ujar dia.

2. Gubernur BI enggan berkomentar

Gubernur BI Perry Warjiyo dalam peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia 2025, Rabu (28/1/2026). (YouTube/BI)

Sementara itu, Gubernur BI, Perry Warjiyo, enggan berkomentar saat ditanya sejumlah jurnalis tentang kedatangannya ke Istana. Dia hanya menyampaikan terima kasih, tanda enggan menjawab pertanyaan.

"Makasih-makasih," kata Perry.

3. Bahas soal dampak perang hingga persiapan jelang Idul Fitri

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Sementara itu, Bahlil Lahadalia mengatakan, agenda rapat tentang persiapan Hari Raya Idul Fitri 1447 H hingga antisipasi dampak perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

"Ya, hari ini kita diundang rapat oleh Bapak Presiden, pembahasannya seperti apa nanti setelah rapat baru saya kasi informasi, tapi feeling saya masih tetap terkait dengan urusan persiapan hari Raya Idul Fitri dan ketersediaan pangan, kemudian BBM, dan juga adalah bagaimana menyikapi perkembangan terkini terkait dengan ketegangan di Timur Tengah," ujar Bahlil.

Editorial Team