Ilustrasi MBG. (IDNTimes/Tunggul Damarjat)
Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) diperingati setiap 2 Mei merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah Indonesia terhadap pentingnya pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan bangsa. Peringatan Hardiknas sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto, yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.
Tema peringatan Hardiknas 2026 adalah “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Melalui semangat Hardiknas, seluruh insan pendidikan diajak untuk terus menghadirkan layanan pendidikan yang bermutu, inklusif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Pendidikan tidak hanya berfungsi mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga menjadi sarana strategis untuk membentuk generasi yang memiliki kapasitas intelektual, integritas moral, kepemimpinan, serta kesiapan menghadapi tantangan masa depan.
Beberapa program prioritas Prabowo di bidang pendidikan di antaranya Sekolah Rakyat dan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga April 2026, program Sekolah Rakyat telah menjangkau 166 titik lokasi rintisan yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Sedangkan, program MBG hingga 27 April 2026, penyaluran telah menjangkau 61,96 juta penerima, yang terdiri dari 48,9 juta siswa dan 13,1 juta non-siswa. Jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG tercatat 27.735 unit, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang sekitar 25.000 SPPG.
Namun, dalam perjalanannya program ini banyak menemui kendala dan dikritisi masyarakat. Seperti MBG yang banyak membuat siswa keracunan akibat makanan basi, distribusi tidak tepat sasaran, dan porsi makanan yang dipangkas pihak SPPG.