Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan alasan yang membuatnya terus maju dalam kontestasi politik hingga akhirnya terpilih menjadi presiden pada 2024.
Prabowo mengatakan dirinya telah lima kali mengikuti kontestasi menuju kursi presiden sejak 2004. Dari lima kali upaya tersebut, empat di antaranya berakhir dengan kekalahan sebelum akhirnya berhasil memenangkan Pilpres 2024.
"Saya usaha jadi presiden dari konversi Partai Golkar ya kan? 2004, 2009, 2014, 2019, 2024. Lima kali. Empat kali kalah. Empat kali kalah. Orang bingung, sudah empat kali kalah masih mau maju lagi," katanya dalam Munas HIPMI dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (10/6/2026).
Menurut Prabowo, banyak pihak mempertanyakan keputusannya untuk terus maju meski berulang kali gagal. Namun, dia menegaskan keinginannya menjadi presiden bukan semata-mata untuk memperoleh jabatan.
"Ada analis-analis, ya, podcast-podcast, ya kan? 'Prabowo pengin banget jadi presiden, sampai sekian kali'," ungkapnya.
Prabowo menjelaskan, sejak era 1990-an dirinya telah melihat Indonesia bergerak ke arah yang menurutnya keliru. Karena itu, dia terdorong untuk terlibat langsung dalam kepemimpinan nasional.
"Saudara-saudara, kenapa saya ingin jadi presiden? Saya ingin jadi presiden karena saya sudah lihat dari tahun 90-an, Indonesia menuju arah yang salah. Saya sudah melihat. Saya bukan mau jadi presiden hanya untuk jadi presiden. Lu kira enak?" ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung kondisi elite di Indonesia yang menurutnya kerap terlibat dalam perselisihan. Sementara itu, dia menilai masyarakat lebih memahami pentingnya hidup rukun dan bekerja sama.
"Rakyat paling ngerti. Rakyat ngerti bahwa untuk dapat hidup yang baik harus ada kerukunan, harus ada apa? harus ada paguyuban, harus ada kerja sama, harus ada saling mengisi, bukan saling menghantam," kata Prabowo.
