"Saya telah mengirimkan surat pengunduran diri saya kepada Perdana Menteri. Saya sedih melihat kejadian 10 hari terakhir. Ini bukan masalah harga diri pribadi bagi saya. Kekuatan pemuda India adalah kekuatan sejati bangsa ini. Tekad saya adalah kita tidak akan membiarkan pemuda negara ini terjebak dalam lingkaran setan kebingungan," kata Pradhan dalam sebuah pernyataan yang diunggah di media sosial X, seperti dikutip The New Arab.
Soal Ujian Bocor, Menteri Pendidikan India Mundur

Jakarta, IDN Times - Menteri Pendidikan India, Dharmendra Pradhan, akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya karena kasus kebocoran soal ujian yang menyengsarakan banyak siswa. Pengunduran diri itu dilakukan pada Sabtu (25/7/2026). Pradhan mengaku dirinya telah lalai sebagai menteri sehingga bisa terjadi kebocoran soal ujian yang seharusnya menjadi rahasia negara.
1. Kebocoran soal ujian memicu aksi protes besar

Kasus kebocoran ujian ini telah memicu aksi protes selama sekitar 10 hari. Aksi protes ini dilakukan oleh kalangan muda India yang tergabung ke dalam Partai Kecoa atau Cockroach Janta Party (CJP). Sebagai informasi, CJP merupakan gerakan sosial dari kalangan muda India yang akhirnya berubah menjadi partai untuk menentang pemerintah.
Dalam protes itu, kalangan muda India menuntut reformasi sistem pendidikan di negaranya agar kasus kebocoran soal ujian bisa diatasi. Sebab, kasus tersebut sudah sering terjadi sehingga banyak siswa yang menanggung kerugiannya. Bahkan, ada siswa yang sampai bunuh diri karena diminta mengulang ujian. Sebab, hasil ujiannya dianggap tidak valid karena soal ujian sudah banyak yang bocor.
Dilansir Al Jazeera, ada dua tuntutan yang diminta kalangan muda India dan CJP terkait kebocoran soal ujian ini. Pertama, kalangan muda India dan CJP meminta Pradhan dipecat sebagai Menteri Pendidikan. Kedua, ganti rugi sebesar 10 juta rupee atau Rp1,8 miliar bagi semua keluarga dari siswa yang bunuh diri. Ketiga, tidak ada sanksi bagi kalangan muda India yang telah ikut berpartisipasi dalam protes.
2. Perdana Menteri India tidak setuju Pradhan mundur dari jabatannya

Perdana Menteri India, Narendra Modi, sebetulnya tidak setuju Pradhan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Pendidikan. Sebab, ia tidak mau menterinya tunduk pada kehendak rakyat. Ini merupakan ciri khas Modi selama 12 tahun memimpin India. Ia dikenal sebagai pemimpin yang tidak mau bawahannya diganggu oleh aksi protes yang datang dari tuntutan dan tekanan rakyat.
Kendati demikian, Pradhan tetap memutuskan untuk mundur. Sebab, ia menyadari kebocoran soal ujian merupakan masalah besar yang perlu dipertanggungjawabkan. Dalam pernyataannya, ia menghormati aksi protes besar yang telah dilakukan kalangan muda bersama CJP terkait kasus kebocoran soal ujian ini. Ia menilai aksi tersebut merupakan penyampaian aspirasi dari rakyat yang harus didengar.
"Saya sangat menghormati aspirasi, perasaan, dan harapan yang sah dari kaum muda negara ini," ujar Pradhan.
3. CJP menyambut baik pengunduran diri Pradhan

Ketua CJP, Abhijeet Dipke, menyambut baik keputusan Pradhan. Dipke menyebut, pengunduran diri sang menteri merupakan kemenangan bagi CJP dan kalangan muda India atas pejabat yang tidak becus mengemban tugasnya. “Kami telah berhasil. Kemenangan untuk India. Hidup revolusi!” ujar Dipke merespons pengunduran diri Pradhan dilansir The Guardian.
Para peserta protes lainnya juga turut merayakan pengunduran diri Pradhan di Ibu Kota New Delhi. Salah satu peserta protes sekaligus seorang pengacara muda berusia 26 tahun bernama Faria Asif mengatakan, dirinya sangat gembira karena berhasil menyingkirkan Pradhan dari jabatannya sebagai Menteri Pendidikan.
“Saya sangat gembira. Ini adalah kemenangan besar, bukan hanya untuk para mahasiswa, tetapi juga untuk konstitusi dan untuk seluruh bangsa. Menjadi bagian dari gerakan ini sangat memberdayakan bagi kita semua. Saya pikir, ini adalah awal dari perubahan,” jelas Asif.





















