SMRC: Kepuasan Publik terhadap Kinerja Prabowo Turun 30,1 Poin

Jakarta, IDN Times - Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil survei nasional bertajuk 'Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden' yang dilakukan pada 5–19 Juli 2026.
Survei melibatkan 749 responden yang mewakili warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih, terdiri atas 605 responden yang diwawancarai melalui telepon menggunakan metode double sampling, dan 144 responden yang diwawancarai secara tatap muka menggunakan metode stratified multistage random sampling. Sampel dipilih secara acak dengan margin of error ±3,7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mengalami penurunan tajam dibanding sembilan bulan sebelumnya.
Table of Content
1. Kepuasan terhadap kinerja Prabowo turun 30,1 poin dalam sembilan bulan

SMRC mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo turun dari 81,2 persen pada survei November 2025 menjadi 51,1 persen pada Juli 2026. Dengan demikian, tingkat kepuasan turun sekitar 30,1 poin persentase dalam kurun waktu sembilan bulan.
Penurunan tersebut terjadi secara bertahap dalam tiga kali pengukuran SMRC. Setelah berada di angka 81,2 persen pada November 2025, tingkat kepuasan turun menjadi 66,4 persen pada survei 26 Februari–5 Maret 2026, sebelum kembali turun menjadi 51,1 persen pada Juli 2026.
2. Ketidakpuasan terhadap Prabowo naik hampir tiga kali lipat

Bersamaan dengan turunnya tingkat kepuasan, jumlah responden yang menyatakan kurang puas atau tidak puas terhadap kinerja Prabowo meningkat signifikan.
Pada November 2025, hanya 16 persen responden yang mengaku kurang puas atau tidak puas. Namun, pada survei Juli 2026, angkanya melonjak menjadi 46,9 persen.
Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, mengatakan, peningkatan ketidakpuasan tersebut terjadi dalam periode yang sama ketika tingkat kepuasan terus mengalami penurunan.
“Sejak November 2025 ke Juli 2026, tingkat kepuasan publik pada kinerja Presiden Prabowo menurun sekitar 30,1 persen. Adapun warga yang merasa tidak atau sangat tidak puas pada kinerja Presiden Prabowo meningkat dari 16 persen pada survei November 2025 menjadi 46,9 persen pada survei Juli 2026,” ujar Deni dalam presentasinya di kanal YouTube SMRC, Minggu (26/7/2026).
3. Selisih responden puas dan tidak puas semakin tipis

Jika dirinci berdasarkan tingkat kepuasan, mayoritas responden yang memberikan penilaian positif terhadap Prabowo berada pada kategori cukup puas. SMRC mencatat 4,8 persen responden menyatakan sangat puas terhadap kinerja Presiden Prabowo, sementara 46,3 persen mengaku cukup puas.
Di sisi lain, 35 persen responden menyatakan kurang puas dan 11,9 persen tidak puas sama sekali. Adapun 2,1 persen responden tidak mengetahui atau tidak memberikan jawaban.
Meski responden yang puas masih lebih banyak dibanding yang tidak puas, Deni menjelaskan, selisih keduanya belum cukup besar untuk disebut berbeda secara signifikan. Menurut dia, dengan margin of error survei sebesar ± 3,7 persen, perbedaan baru dapat dinilai signifikan jika mencapai sedikitnya 7,4 persen.
“Kalau selisihnya sekarang gak sampai 5 persen, kita tidak bisa mengatakan lebih banyak yang merasa puas dibanding yang tidak puas. Jadi mungkin lebih bijaksana mengatakan cukup imbang, separuh puas, separuh tidak puas," kata Deni.
4. Penurunan approval berkaitan dengan persepsi negatif terhadap ekonomi, politik, dan hukum

SMRC menilai, penurunan tingkat kepuasan terhadap Prabowo tidak berdiri sendiri. Menurut Deni, tren tersebut berkaitan erat dengan memburuknya penilaian masyarakat terhadap kondisi nasional.
“Penurunan tingkat kepuasan publik ini berhubungan erat dengan merosotnya sentimen positif terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum,” kata Deni.
Dia mengatakan, hasil survei mengenai evaluasi publik terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum dipublikasikan secara terpisah dalam rangkaian rilis survei SMRC.



















