Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pramono Siagakan Faskes Terdampak Asap, Bukan Hanya untuk KTP Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Penanggulangan Bencana Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026 di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (6/10). (Dok. Pemprov DKI)
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyiagakan 31 rumah sakit, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu untuk warga terdampak asap karhutla.
  • Layanan kesehatan terbuka bagi siapa pun yang terindikasi terdampak asap, termasuk warga tanpa KTP Jakarta, sementara jumlah pengguna layanan belum dilaporkan.
  • Pramono menyebut kualitas udara Jakarta memburuk dalam dua hingga tiga hari terakhir, namun enggan menyalahkan pihak tertentu atau memicu pro-kontra penyebabnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan seluruh fasilitas kesehatan milik Pemprov DKI Jakarta disiagakan untuk melayani warga yang terdampak asap karhutla, termasuk masyarakat yang tidak memiliki KTP Jakarta.

Pramono mengatakan, layanan kesehatan tersebut disiapkan di 31 rumah sakit milik Pemprov DKI Jakarta, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu (pustu).

“Bukan hanya KTP Jakarta, tapi siapa pun yang menggunakan puskesmas ataupun puskesmas pembantu atau rumah sakit itu dipersilakan selama yang bersangkutan terindikasi terkena hal yang berkaitan dengan asap dan sebagainya,” ujar Pramono.

1. Belum diketahui jumlah warga yang manfaatkan layanan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat meresmikan operasional Rumah Sakit Toto Tentrem di Tebet, Jakarta Selatan, Senin (24/8/2026). (Dok. Pemprov DKI)

Ia menegaskan, kesiapsiagaan fasilitas kesehatan tersebut sudah berjalan. Namun, Pramono mengaku belum mengetahui jumlah warga yang telah memanfaatkan layanan tersebut.

“Jumlahnya tapi saya belum tahu. Karena saya belum mendapatkan laporan dari Kepala Dinas Kesehatan. Tapi sudah berlangsung,” katanya.

2. Kualitas udara memburuk

Ilustrasi Polusi Udara Jakarta. (IDN Times/Chaesya Pricilla)

Ia mengaku, kualitas udara di Ibu Kota sedang memburuk. Namun, Pramono enggan menyalahkan pihak manapun terkait kondisi udara di Jakarta termasuk asap dari Karhutla.

"Saya tidak mau menyalahkan siapapun. Memang sekarang ini dalam 2 sampai 3 hari ini kondisi asap kita, kondisi udara kita mengalami kondisi yang memburuk," ucap Pramono.

3. Tidak ingin jadi pro dan kontra

Ilustrasi Polusi Udara. (IDN Times/Anjani Asra)

Pramono mengatakan bahwa sebenarnya dia ingin mengumumkan kondisi udara di Jakarta tiga hari lalu, namun dia tidak ingin pernyataan yang disampaikan malah menimbulkan pro dan kontra di tengah kondisi saat ini.

"Sebenarnya dari 3 hari yang lalu saya ingin menyampaikan kepada publik, tetapi saya tidak ingin kemudian ini malah menjadi pro-kontra, apakah ini disebabkan oleh apa? Tapi yang jelas bahwa betul sekarang ini kondisinya mengalami kondisi yang tidak baik," ucapnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article