Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pramono Terapkan Budaya Korporat di Pemprov DKI, ASN Telat Dilarang Ikut Rapat
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, setelah menyelesaikan lari 10K di Jakarta Running Festival 2026, pada Minggu (25/10/2026). (IDN Times/Tino Satrio).
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melarang ASN yang terlambat hadir mengikuti rapat sebagai bagian penerapan budaya korporat dan penguatan disiplin kerja.

  • Pramono menargetkan budaya kerja lebih tepat waktu agar ASN menghargai waktu, meningkatkan profesionalisme, serta memperbaiki pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan masyarakat.

  • Ia menyatakan rapat kini menegur keterlambatan satu hingga dua menit, sementara seluruh keputusan Pemprov DKI harus diambil secara terbuka melalui forum rapat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, bilang pegawai pemerintah yang telat tidak boleh ikut rapat. Dulu rapat bisa mulai telat sampai setengah jam. Sekarang telat satu atau dua menit bisa ditegur. Pramono mau semua pegawai menghargai waktu. Ia juga bilang keputusan harus dibuat bersama saat rapat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penerapan ketepatan waktu dalam rapat mencerminkan upaya Pemprov DKI membangun ritme kerja yang lebih profesional dan menghargai agenda bersama. Aturan ini juga berjalan seiring penegasan bahwa keputusan diambil melalui forum terbuka, sehingga disiplin kehadiran dan proses pengambilan kebijakan sama-sama diarahkan pada tata kelola yang lebih tertib.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang terlambat hadir dilarang mengikuti rapat. Hal ini, kata Pramono, merupakan bagian dari penerapan budaya korporat (corporate culture) dan peningkatan disiplin kerja.

"Apa yang dibangun? Corporate culture. Begitu sekarang acara di DKI Jakarta, semuanya sudah disiplin," kata Pramono di Jakarta Timur, Minggu (25/10/2026).

Pramono menjelaskan kebijakan tersebut diterapkan untuk membangun budaya kerja yang lebih disiplin di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, terutama dalam hal ketepatan waktu menghadiri rapat.

Ia berharap penerapan budaya korporat itu dapat mendorong ASN lebih menghargai waktu serta meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Pramono pun menjelaskan pengalamannya saat memimpin rapat di Balai Kota. Dulu, pelaksanaan rapat bisa terlambat hingga setengah jam dan hal tersebut menjadi kebiasaan yang dimaklumi.

Namun, sejak rapat dipimpin langsung olehnya, keterlambatan satu hingga dua menit saja bisa berujung teguran bagi ASN yang bersangkutan untuk tidak perlu mengikuti rapat.

"Sekarang begitu terlambat 1-2 menit, saya dengan halus akan mengatakan: lebih baik tidak ikut rapat daripada rapat terlambat," katanya.

Selain itu, Pramono menyatakan setiap keputusan harus diambil melalui forum rapat. Dengan begitu, ia mengaku tidak pernah menetapkan suatu kebijakan secara sepihak atau pribadi.

"Dan saya enggak pernah memutuskan sesuatu hal yang bersifat bukan di rapat tapi pribadi, enggak pernah. Semua keputusan adalah keputusan secara terbuka," ucapnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article