Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Profil AI, Alumni LPDP yang Harus Kembalikan Dana Beasiswa
ilustrasi LPDP (lpdp.kemenkeu.go.id)
  • AI, alumni LPDP dan suami DS, menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan pelanggaran kewajiban pengabdian sebagai penerima beasiswa.

  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan AI sepakat mengembalikan dana beasiswa beserta bunga serta masuk daftar hitam instansi pemerintahan bersama istrinya.

  • AI merupakan lulusan ITB dan Utrecht University, kini bekerja di Inggris sebagai Senior Research Consultant serta dikenal sebagai Co-Founder Lingkari Institute.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - AI ikut terseret dalam pusaran polemik yang melibatkan istrinya, DS atau T, setelah video kontroversial sang istri viral di media sosial.

Jika sebelumnya publik menyoroti pernyataan T yang mengaku bangga anaknya menjadi warga negara asing (WNA), Inggris, kini perhatian beralih kepada AI terkait dugaan pelanggaran kewajiban pengabdian sebagai penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang merupakan beasiswa negara.

Puncaknya, dalam Konferensi Pers APBN KiTa yang disiarkan melalui kanal resmi Kementerian Keuangan, Senin (23/2/2026), Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pernyataan tegas bahwa AI telah sepakat mengembalikan dana beasiswa yang pernah diterimanya beserta bunganya.

Tak hanya itu, keduanya juga akan masuk daftar hitam (blacklist) di instansi pemerintahan, dan wajib mengembalikan seluruh dana yang telah digunakan kepada negara.

Lantas, siapa sebenarnya AI? Berikut profil lengkapnya yang kini menjadi sorotan masyarakat.

1. Latar belakang pendidikan AI

Ilustrasi Pendidikan (IDN Times/Arief Rahmat)

Mengutip dari profil LinkedIn miliknya, AI tercatat sebagai alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia menyelesaikan pendidikan sarjana dari Program Studi Teknik Kelautan pada 2013.

Dengan memanfaatkan beasiswa LPDP, AI melanjutkan studi magister di Utrecht University, Belanda, dan berhasil meraih gelar Master of Science (MSc) pada 2016.

Tak berhenti di situ, AI kemudian menempuh pendidikan doktoral di universitas yang sama, dan resmi menyandang gelar Doctor of Philosophy (PhD) di bidang Geografi Fisik (Physical Geography) pada 2022.

2. Jejak karir AI

ilustrasi karir bidang pendidikan (freepik.com/freepik)

Setelah menyelesaikan studi doktoralnya, AI langsung mendapatkan posisi sebagai Postdoctoral Researcher di University of Exeter, Inggris. Ia menekuni peran tersebut secara penuh waktu dari Oktober 2022 hingga Desember 2024, atau selama dua tahun tiga bulan.

Sementara, per Januari 2025, AI dipercaya mengisi posisi sebagai Senior Research Consultant di University of Plymouth, Inggris. Berbasis di Plymouth, Inggris, posisi ini ia emban hingga saat ini.

Selain itu, di sela-sela kesibukan akademiknya di Eropa, AI tercatat pula sebagai Co-Founder Lingkari Institute, sebuah organisasi yang digagasnya sejak September 2020.

3. Ayah AI disebut mantan dirjen di kementerian

Ilustrasi ASN (IDN Times/Muhammad Nasir)

Selain itu, publik semakin terkejut ketika mengetahui latar belakang keluarga AI. Ayah kandung AI yang disebut-sebut berinisial SI, disinyalir pernah menjabat sebagai direktur jenderal di sebuah kementerian.

SI sendiri bukanlah nama asing dalam pemberitaan pada era sebelumnya. Ia pernah diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap impor daging sapi di kementeriannya pada 28 Februari 2013, yang menjerat sejumlah tersangka kala itu.

Editorial Team