Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Khutbah Idul Adha 1447 H di Istiqlal Soroti soal Isu Lingkungan

Khutbah Idul Adha 1447 H di Istiqlal Soroti soal Isu Lingkungan
Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Intinya Sih
  • Khutbah Idul Adha 1447 H di Masjid Istiqlal menyoroti isu lingkungan dan pentingnya kesadaran spiritual, dengan pesan relevan bagi seluruh lapisan masyarakat termasuk generasi muda.
  • Khatib menekankan konsep ekoteologi yang menghubungkan manusia, Tuhan, dan alam semesta, serta menyerukan agar menjaga lingkungan menjadi bagian dari praktik keagamaan sehari-hari.
  • Selain isu lingkungan, khutbah juga membahas makna kesetaraan dalam ibadah haji yang menegaskan nilai persamaan tanpa memandang status sosial maupun latar belakang jamaah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times – Khutbah Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Istiqlal menyoroti isu lingkungan hidup hingga pentingnya kesadaran spiritual dalam kehidupan modern. Menteri Agama RI sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, menilai pesan khutbah tahun ini relevan bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda.

Khutbah Idul Adha disampaikan Rektor UIN Alauddin Makassar, Hamdan Juhannis, pada Rabu (27/5/2026). Menurut Nasaruddin, materi khutbah tidak hanya membahas ibadah, tetapi juga menyentuh isu kemanusiaan, spiritualitas, hingga lingkungan hidup melalui konsep ekoteologi.

"Ya pertama, saya kira sangat luar biasa ya. Khatib kita tadi itu melayani semua segmen. Jadi segmen pertamanya itu juga memberikan kuota juga kepada kaum milenial, dengan memberikan satu ilustrasi kepada eh anak-anak kita yang cenderungnya hanya filsafat only ya kan, padahal di balik filsafat itu kan juga ada spiritualitas," ujar Nasaruddin Umar di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Nasaruddin menjelaskan, khatib menggunakan ilustrasi nelayan dan profesor untuk menggambarkan setiap profesi memiliki nilai dan kelebihan masing-masing. Pesan itu dinilai penting untuk membangun sikap saling menghormati di tengah masyarakat.

Selain itu, khutbah Idul Adha tahun ini juga menyoroti pentingnya menjaga lingkungan hidup melalui pendekatan ekoteologi.

“Nah yang kedua pesan soal lingkungan tadi itu ya. Kita menjadi seorang saleh itu bukan hanya diukur ketaatan-ketaatan saja. Tetapi ketaatan itu harus diwujudkan dalam bentuk eh menyehatkan lingkungan,” kata Nasaruddin Umar.

1. Manusia disebut punya dua peran penting

Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Dalam khutbah Idul Adha tersebut, manusia disebut memiliki dua peran sekaligus, yakni sebagai khalifah di bumi dan hamba Tuhan. Menurut Nasaruddin, kedua peran itu tidak akan berjalan baik tanpa lingkungan yang sehat.

“Karena kita nggak mungkin bisa menjadi sempurna sebagai hamba kalau lingkungan kita itu rusak. Tidak bisa juga menjadi khalifah yang eh ideal kalau kita juga lingkungannya tidak mendukung,” kata dia.

Pesan tersebut menjadi pengingat, menjaga lingkungan hidup merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual manusia.

2. Konsep ekoteologi jadi sorotan khutbah Idul Adha

Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Nasaruddin menegaskan, khutbah Idul Adha tahun ini juga menyoroti pentingnya konsep ekoteologi. Pendekatan itu mengajarkan hubungan harmonis antara manusia, Tuhan, dan alam semesta.

Menurut dia, kesadaran menjaga lingkungan harus menjadi bagian dari praktik keagamaan sehari-hari, bukan sekadar wacana.

“Jadi hubungan kita dengan Tuhan, alam semesta, dan manusia. Jadi itulah ekoteologi,” ucapnya.

Isu lingkungan dalam khutbah Idul Adha dinilai semakin relevan di tengah meningkatnya perhatian global terhadap perubahan iklim dan kerusakan alam.

3. Khutbah juga bahas makna kesetaraan dalam ibadah haji

Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Selain isu lingkungan, khutbah Idul Adha di Masjid Istiqlal juga membahas pentingnya ibadah haji bagi umat Islam yang mampu secara fisik dan finansial.

Nasaruddin mengatakan, khatib menekankan nilai kesetaraan yang tercermin dalam pelaksanaan ibadah haji. Seluruh jemaah mengenakan pakaian ihram tanpa membedakan status sosial maupun latar belakang.

“Di sana di pelaksanaan ibadah haji tidak ada kelas. Semuanya pakai pakaian ihram. Semuanya juga darahnya, semuanya darah merah,” kata dia.

Pesan khutbah Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Istiqlal tahun ini dinilai tidak hanya menguatkan nilai spiritual, tetapi juga mendorong kesadaran sosial dan kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Share Article
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib

Related Articles

See More