Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Profil Guruh Soekarnoputra, Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun
Guruh Soekarnoputra (Instagram.com/guruh_sukarno_putra)
  • Guruh Soekarnoputra dikenal sebagai seniman dan politikus yang mulai berkarya sejak usia dini.

  • Ia mendirikan Swara Mahardika, menghasilkan pertunjukan, berkarya di film, serta meraih sejumlah penghargaan musik.

  • Guruh meninggal pada 26 September 2026 di Jakarta dan jenazahnya dibawa ke rumah duka di Kebayoran Baru.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
13 Januari 1953

Guruh Soekarnoputra lahir di Jakarta.

1965

Guruh membentuk grup musik The Beat G.

1975

Guruh merilis album pertamanya, GURUH GYPSI, yang memadukan musik dengan gamelan Bali.

1976

Guruh meraih prestasi melalui komposisi lagu RENJANA dalam Festival Lagu Populer Tingkat Nasional.

27 Maret 1977

Guruh membentuk Swara Mahardika.

1978

Guruh mendapat penghargaan ilustrasi musik dalam Festival Film Indonesia di Ujung Pandang.

1979

Guruh menggelar Pergelaran Karya Cipta Guruh Soekarno Putra I.

1980

Guruh menggelar Pergelaran Karya Cipta Guruh Soekarno Putra II UNTUKMU INDONESIKU dan membuat film semi-dokumenter UNTUKMU INDONESIAKU.

1985

Guruh tampil sebagai Sunan Muria dalam film SEMBILAN WALI.

1986

Guruh menggelar Pergelaran Karya Cipta Guruh Soekarno IV GILANG INDONESIA GEMILANG.

1987

Guruh menggelar pertunjukan kolosal JAK JAK JAK JAKARTA dan Pergelaran Kolosal GEMPITA SWARA MAHARDDHIKA. Yayasan Swara Mahardika juga disebut berdiri pada tahun ini.

26/9/2026

Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada Sabtu.

26 September 2026

Hasto Kristiyanto menyampaikan bahwa Guruh meninggal pukul 04.16 WIB di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi Jakarta.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada Sabtu, 26 September 2026.
  • Who?
    Guruh Soekarnoputra, seniman sekaligus politikus, meninggal dunia. Kabar tersebut dikonfirmasi Hasto Kristiyanto.
  • Where?
    Guruh meninggal di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi Jakarta. Jenazahnya dibawa ke rumah duka di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
  • When?
    Sabtu, 26 September 2026, pukul 04.16 WIB.
  • Why?
    Penyebab meninggalnya Guruh per saat ini masih belum diketahui.
  • How?
    Kabar duka dikonfirmasi langsung oleh Sekretaris Jendral DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Guruh Soekarnoputra meninggal pada Sabtu di Jakarta. Ia adalah anak Soekarno dan Fatmawati. Guruh suka seni sejak kecil, seperti menari dan bermain musik. Ia juga membuat pertunjukan dan mendapat penghargaan. Sekarang jenazahnya sudah dibawa ke rumah duka di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Guruh Soekarnoputra meninggalkan karya dalam musik, pertunjukan, dan film. Sejak usia dini, ia mempelajari berbagai seni dan kemudian mendirikan Swara Mahardika. Karya serta penghargaan yang diraihnya menunjukkan ruang kontribusinya sebagai seniman, sementara kiprahnya tetap terdokumentasi melalui sejumlah pertunjukan dan komposisi lagu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Guruh Soekarnoputra, putra bungsu Presiden pertama RI Soekarno dan Fatmawati, meninggal dunia pada Sabtu (26/9/2026). Pemilik nama lengkap Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra itu dikenal sebagai seniman sekaligus politikus.

Lahir di Jakarta pada 13 Januari 1953, Guruh sudah mengenal dunia seni sejak usia dini. Saat berumur lima tahun, dia belajar tari Jawa, Sunda, dan Bali. Dia juga membentuk Band Bocah, belajar piano, hingga tampil membawakan tarian di atas panggung.

Dikutip dari situs web Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Ketika remaja, Guruh membentuk grup musik The Beat G pada 1965. Sepuluh tahun kemudian, dia merilis album pertamanya, GURUH GYPSI. Album yang dirilis pada 1975 itu memadukan musik dengan gamelan Bali.

1. Mendirikan Swara Mahardika

potret Guruh Soekarno Putra dalam press conference lagu “Buang Buang Waktu” (Dok. IDN Times/ Rani Asnurida)

Guruh membentuk Swara Mahardika pada 27 Maret 1977. Organisasi tersebut kemudian berubah menjadi Yayasan Swara Mahardika pada 1987. Dua tahun setelahnya, Guruh mendirikan PT Gencar Semarak Perkasa (GSP).

Karya Guruh juga dituangkan dalam sejumlah pertunjukan. Pada 1979, dia menggelar Pergelaran Karya Cipta Guruh Soekarno Putra I. Setahun kemudian, dia menggelar Pergelaran Karya Cipta Guruh Soekarno Putra II UNTUKMU INDONESIKU dan membuat film semi-dokumenter UNTUKMU INDONESIAKU.

Guruh kemudian menggelar Pergelaran Karya Cipta Guruh Soekarno Putra III CINTA INDONESIA. Pada 1986, dia kembali menggelar Pergelaran Karya Cipta Guruh Soekarno IV GILANG INDONESIA GEMILANG.

Pada 1987, Guruh menggelar pertunjukan kolosal JAK JAK JAK JAKARTA untuk memperingati ulang tahun Jakarta ke-462. Pada tahun yang sama, dia juga mengadakan Pergelaran Kolosal GEMPITA SWARA MAHARDDHIKA dalam rangka 10 tahun Swara Mahardika.

2. Berkarya di film dan raih penghargaan

Guruh Soekarnoputra memberi keterangan pers soal eksekusi penyitaan rumahnya di Jalan Sriwijaya III, Nomor 9, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, oleh PN Jaksel Kamis (3/8/2023) (IDN Times/Lia Hutasoit)

Guruh juga berkarya di industri film sebagai ilustrator musik. Sejumlah film yang melibatkan dirinya antara lain ALI TOPAN ANAK JALANAN, GITA CINTA DARI SMA, dan PUSPA INDAH TAMAN HATI.

Selain bekerja di balik layar, Guruh pernah tampil sebagai Sunan Muria dalam film SEMBILAN WALI pada 1985.

Di bidang musik, Guruh meraih prestasi melalui komposisi lagu RENJANA dalam Festival Lagu Populer Tingkat Nasional 1976. Dia kemudian mewakili Indonesia dalam World Popular Song Festival di Tokyo, Jepang.

Lewat lagu KEMBALIKAN BALIKU, Guruh mendapat Kawakami Award dan Audience Selections Award dalam festival tersebut. Lagu itu juga meraih penghargaan dalam Festival Lagu Populer Tingkat Nasional 1987.

Guruh sebelumnya mendapat penghargaan ilustrasi musik dalam Festival Film Indonesia 1978 di Ujung Pandang.

3. Guruh Soekarnoputra tutup usia

Ilustrasi Duka Cita (IDN Times/Arief Rahmat)

Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada Sabtu (26/9/2026). Kabar duka tersebut dikonfirmasi langsung oleh Sekretaris Jendral DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto.

"Almarhum meninggal dunia pada hari Sabtu, 26 September 2026, pukul 04.16 WIB di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi Jakarta," kata Hasto dalam keterangannya.

Jenazah Guruh dibawa ke rumah duka yang berada di Jalan Sriwijaya Raya Nomor 26, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Hasto mengatakan, keluarga besar PDIP sungguh sosok Guruh yang dikenal sebagai seniman besar dan sosok marhenis.

"Beliau dikenang sebagai seniman besar, sosok Marhaenis, dan Pejuang Partai. Kita berikan penghormatan terbaik bagi Almarhum dengan Protokol Partai," ucapnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article