Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Profil Said Iqbal, Tokoh Buruh Kini Jadi Penasihat Khusus Presiden Prabowo
Presiden Partai Buruh Said Iqbal (IDN Times/Aryodamar)
  • Said Iqbal, lulusan Magister Ekonomi UI dan aktivis buruh sejak 1992, kini dipercaya menjadi Penasihat Khusus Presiden Prabowo Subianto bidang Ketenagakerjaan.
  • Ia memimpin FSPMI dan KSPI, menggagas konsep KLA serta gerakan besar seperti HOSTUM dan KAJS yang mendorong lahirnya JKN dan Jaminan Pensiun nasional.
  • Sepanjang kariernya, Said Iqbal meraih penghargaan internasional The Febe Elizabeth Velasquez Award 2013 dan menjabat di berbagai lembaga ketenagakerjaan nasional maupun internasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Said Iqbal dulu kerja di pabrik dan suka bantu teman-teman buruh biar hidupnya lebih baik. Dia bikin banyak organisasi buruh dan sering ajak orang supaya upah naik dan kerja aman. Dia juga pernah dapat hadiah dari luar negeri karena rajin bantu pekerja. Sekarang dia jadi penasihat Presiden Prabowo untuk urusan kerja.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Perjalanan Said Iqbal menunjukkan bagaimana dedikasi dan konsistensi dapat membawa perubahan nyata bagi dunia ketenagakerjaan Indonesia. Dari pekerja pabrik hingga menjadi penasihat presiden, ia berhasil memadukan pendidikan, pengalaman, dan kepemimpinan untuk memperjuangkan kesejahteraan buruh. Pengakuan internasional yang diterimanya menegaskan nilai perjuangan yang berakar pada keadilan sosial dan dialog konstruktif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Nama Said Iqbal selama ini dikenal luas sebagai salah satu tokoh buruh paling berpengaruh di Indonesia. Sosok kelahiran Jakarta, 5 Juli 1968 tersebut menghabiskan sebagian besar perjalanan hidupnya untuk memperjuangkan hak-hak pekerja melalui berbagai organisasi serikat buruh.

Dilansir dari laman fspmi.or.id, Said Iqbal merupakan lulusan Magister Ekonomi Universitas Indonesia. Perjalanan panjangnya di dunia pergerakan pekerja menjadikannya salah satu figur sentral dalam berbagai isu ketenagakerjaan nasional, hingga akhirnya dipercaya menjadi Penasihat Khusus Presiden Prabowo Subianto bidang Ketenagakerjaan.

Said Iqbal memiliki latar belakang pendidikan yang kuat di bidang teknik dan ekonomi. Berikut riwayat pendidikannya:

  • 2003–2005 – Magister Ekonomi, Universitas Indonesia.

  • 1992–1996 – Sarjana Teknik Mesin, Universitas Jayabaya, Jakarta.

  • 1988–1991 – Diploma III Teknik Mesin, Politeknik Universitas Indonesia yang kini menjadi Politeknik Negeri Jakarta.

  • 1985–1988 – Sekolah Menengah Atas di Jakarta.

1. Memulai dari lantai pabrik

Presiden Partai Buruh Said Iqbal (IDN Times/Aryodamar)

Perjalanan Said Iqbal sebagai aktivis buruh dimulai pada 1992 saat bekerja di sebuah perusahaan elektronika di Kabupaten Bekasi. Dari lingkungan kerja tersebut, ia aktif di serikat pekerja dan mulai terlibat dalam berbagai upaya memperjuangkan kesejahteraan buruh.

Setelah era reformasi membuka ruang kebebasan bagi pembentukan serikat pekerja independen, Said Iqbal bersama sejumlah tokoh buruh mendirikan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI). Organisasi tersebut kemudian berkembang menjadi salah satu federasi serikat pekerja terbesar di Indonesia.

Di FSPMI, Said Iqbal menjabat sebagai Sekretaris Jenderal pada periode 1999–2006. Pada periode berikutnya, ia dipercaya memimpin organisasi tersebut sebagai presiden. Di bawah kepemimpinannya, berbagai isu ketenagakerjaan terus diperjuangkan, termasuk peningkatan mekanisme penetapan upah minimum dengan mempertimbangkan Komponen Hidup Layak (KHL) melalui keterlibatan pemerintah, pengusaha, dan buruh.

Memimpin Gerakan Buruh Nasional

Pengaruh Said Iqbal semakin luas ketika memimpin Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Organisasi tersebut menaungi berbagai federasi serikat pekerja dari beragam sektor industri, mulai dari manufaktur hingga pendidikan.

Kepemimpinannya di KSPI membuat berbagai isu sosial dan ketenagakerjaan mendapat perhatian lebih luas. Tidak hanya persoalan upah dan perlindungan pekerja, isu pengangkatan guru honorer juga kerap menjadi bagian dari tuntutan dalam aksi-aksi yang digelar kelompok buruh.

2. Raih penghargaan internasional

Presiden Partai Buruh, Said Iqbal dalam jumpa pers Rakernas 2025 (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Pada 2013, Said Iqbal menerima penghargaan internasional The Febe Elizabeth Velasquez Award dari serikat pekerja Belanda, FNV. Penghargaan tersebut diberikan kepada aktivis buruh yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam memperjuangkan hak-hak pekerja di negaranya masing-masing.

Dalam proses penilaian, Said Iqbal berhasil unggul dari sekitar 200 kandidat dari berbagai negara. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas kiprahnya dalam memperkuat demokrasi dan kebebasan berserikat melalui FSPMI maupun KSPI.

Penggagas Konsep KLA

Dalam perjuangan gerakan buruh, Said Iqbal dikenal mengusung konsep KLA yang merupakan singkatan dari Konsep, Lobi, dan Aksi. Pendekatan tersebut menekankan pentingnya penyusunan gagasan yang matang, komunikasi dengan para pemangku kepentingan, serta mobilisasi massa secara terukur.

Selain aktif sebagai orator, ia juga produktif menulis berbagai gagasan terkait gerakan pekerja. Pemikirannya rutin dimuat dalam Koran Perjoeangan, media internal FSPMI. Ia juga menerbitkan buku berjudul Gagasan Besar Serikat Buruh yang membahas arah perjuangan serikat pekerja di Indonesia.

Gerakan HOSTUM dan Jaminan Sosial

Salah satu pencapaian terbesar Said Iqbal adalah lahirnya Gerakan HOSTUM atau Hapus Outsourcing dan Tolak Upah Murah pada periode 2012–2013. Gerakan tersebut memicu gelombang aksi dan mogok kerja massal di berbagai daerah yang belum pernah terjadi dalam skala serupa sebelumnya.

Said Iqbal juga berperan penting dalam Komite Aksi Jaminan Sosial (KAJS). Bersama berbagai elemen masyarakat, organisasi tersebut mendorong lahirnya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Jaminan Pensiun bagi pekerja. Langkah tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam sistem perlindungan sosial di Indonesia.

3. Riwayat karier

Presiden KSPI Said Iqbal (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Berikut riwayat karier Said Iqbal:

  • Presiden Partai Buruh Indonesia (2021–sekarang).

  • Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) (2012–sekarang).

  • Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) (2003–2012).

  • Anggota Dewan Pengupahan Nasional (2004–sekarang).

  • Anggota LKS Tripartit Nasional (2004–sekarang).

  • Wakil Presiden ASEAN Trade Union Council (ATUC) (2016–sekarang).

  • Anggota General Council International Trade Union Confederation (ITUC) (2017–sekarang).

  • Anggota Central Committee World Metalworkers' Federation (IMF) (2010–sekarang).

  • Delegasi Indonesia untuk Konferensi International Labour Organization (ILO) periode 2021–2024.

  • Penerima The Febe Elizabeth Velasquez Award sebagai Tokoh Buruh Terbaik Dunia pada 2013.

  • Ketua Pimpinan Serikat Pekerja di perusahaan elektronik Bekasi pada 1992–1999.

Editorial Team

Related Article