Potret Plaza Seremoni, ruang komunal urban di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur (Kaltim). (dok. Brantas Abipraya)
Troy turut menanggapi keraguan sebagian masyarakat yang menilai pembangunan IKN tidak berjalan atau mangkrak. Ia menegaskan bahwa pembangunan IKN tetap berjalan sesuai rencana dan terus dilanjutkan dari pemerintahan Presiden Joko Widodo hingga Presiden Prabowo Subianto.
"Semuanya on the track. Insyaallah ya, puji Tuhan. Jadi tidak ada keraguan, tidak ada hal-hal yang mengatakan bahwa IKN itu tidak berprogres. Mulai dari era Bapak Presiden Joko Widodo, sampai sekarang di Bapak Presiden Prabowo Subianto, ini era di mana IKN terus berjalan," tegas Troy.
Ia mengatakan, pembangunan IKN juga terus diarahkan untuk memenuhi fungsi pemerintahan secara utuh. Setelah sarana prasarana untuk fungsi eksekutif dibangun, pemerintah kini mulai mengembangkan fasilitas yang berkaitan dengan fungsi legislatif dan yudikatif.
Troy menjelaskan istilah ibu kota politik bukan berarti berkaitan dengan partai politik. Menurutnya, istilah tersebut merujuk pada terbangunnya tiga fungsi utama pemerintahan atau Trias Politica di IKN.
"Jadi terminologi itu sebetulnya sama saja dengan ibu kota seperti pada umumnya. Tetapi memang yang disampaikan itu adalah selesainya Trias Politica yang tiga fungsi pemerintahan, yaitu eksekutif. Nah, ini kan sudah terbangun seluruh sarana prasarananya untuk eksekutif, termasuk kantor menteri koordinator, hunian ASN, hunian wakil presiden," jelasnya.
Saat ini, kata Troy, pembangunan fasilitas untuk fungsi legislatif dan yudikatif masih berjalan. Fasilitas tersebut nantinya mencakup gedung parlemen serta sarana untuk lembaga yudikatif seperti Mahkamah Agung.
Ia pun mengajak berbagai pihak yang ingin melihat perkembangan pembangunan untuk datang langsung ke IKN.
"Kami di sana semangat untuk membangun. Silakan, karena ada adagium 'seeing is believing.' Lihat sendiri, jadi percaya. Tapi satu lagi, kalau lihat percaya, beritakan yang benar tentang IKN," pungkas Troy.